Abu

31
Karya 31  Kategori Puisi
dipublikasikan 02 November 2017
Abu

Tandus Abu mengurai hidup ranting

Kering yang bermula dari hijau,

Bertunas daun 

Bermekar bunga

Berarak awan gelap menumpahkan hujan

Bermula awan putih bersih.

Abu ku terbakarnya setiap kekar

Dari kerasnya ingin dan tingginya harap

Membanting peluh dalam bara

Habiskan nadi hentakkan rasa.

Abuku berserak tanpa cawan

Tak mampu ku sentuh, menatap ku sulit

Abu..

Bukan ini mauku, mungkin ini akhirku

Santun tundukku hormat ikhlasmu

Butiran hujan hidupkan hijaumu

Harumkan parasmu.

Abu..

Bukan ini mauku, mungkin ini akhirku

Kutakupkan jemari maafku slalu

Kau telah habiskan merahmu padam

 

 

 

  • view 150

  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    12 hari yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Selalu berkesan setiap kali membaca sajak yang banyak menggunakan simbol dan metafora seperti karya 31 yang satu ini. Walau terhitung pendek puisi ini justru berhasil membuat siapa pun membaca secara pelan untuk menikmati untaian kata berikut memahami arti setiap baris secara seksama.

    Abu di sini bisa diartikan banyak hal. Bisa abu secara harfiah mau pun yang tersirat di dalamnya. Abu bisa merujuk pada manusia, yang bila dibaca semakin ke bawah menunjukkan perjalanan hidup manusia yang penuh liku. “Abu ku terbakarnya setiap kekar.. Dari kerasnya ingin dan tingginya harap” paling pas merefleksikan sifat manusia yang setiap kali menaruh harapan yang tinggi justru ia kecewa. Sungguh karya yang mendalam penuh perenungan yang berbicara melalui kesederhanaan kata-kata yang penuh metafor.

    • Lihat 4 Respon

  • fika dianti
    fika dianti
    8 hari yang lalu.
    :-)

  • Anis 
    Anis 
    17 hari yang lalu.
    buuu, kangeeen...
    #eh

    *komen dulu sebelum baca. ini postingan pas bgt di bawah postingan saya, pas nengok linimasa