Permisi

31
Karya 31  Kategori Renungan
dipublikasikan 27 Maret 2017
Permisi

Akhirnya angin malam berhembus dan kabari

Tepiskan panas menari secangkir kopi

Untuk kesekian kali tegukkan penawar perih

Dari genggaman kuat memerah hati

 

Akhirnya tak kutemui

Segala pasti yang kukira pasti

Ternyata sebuah janji yang kulihat pamrih

Kini mati...

 

Akhirnya pahit adalah pahit

Hanya manis dalam sekelebat wangi

Semua salah berawal dari jiwaku yang menari

Dan sebilah belati kini iris hati.

 

Akhirnya tatapku terpaku dan bertepi

Tak kunjung kuntum mekar mewangi..

Semua yang berlari akan kembali

Kini mati.