Perjalanan Edelweiss (Rosa Centifolia 1)

31
Karya 31  Kategori Project
dipublikasikan 21 November 2016
Kumpulan Dongeng

Kumpulan Dongeng


Beberapa dongeng dengan cerita yang sedikit mustahil ada, tapi setiap cerita akan mengandung hikmah untuk dipetik. Yuk diintip..cocok untuk anak dan dewasa.

Kategori Fantasi

1.5 K
Perjalanan Edelweiss (Rosa Centifolia 1)

Hari sudah gelap, pandangan Elwie dan Lady semakin terbatas. Elwie mulai gelisah karena ia tak mampu menembus malam dengan matanya, ia tak tahu akan kemana Lady membawanya terbang, ia juga khawatir karena suasana semakin gelap,  tapi mereka belum juga menemukan satu desa pun untuk mereka singgahi.

“Lady, kita sudah cukup jauh terbang....Emmm maksudku, kau sudah cukup jauh membawaku terbang. Sekarang sudah malam, kita tak mampu melihat arah tujuan kita” Elwie semakin kebingungan.

“Iya, aku pun tak mampu melihat jelas di kegelapan, namun apakah kau mencium sesuatu? Kita tidak mengikuti arah tujuan dengan mata kita melainkan dengan hidung kita” Lady tetap semangat mengerahkan tenaganya membawa elwie terbang. Elwie dengan sedikit bingung berusaha yakin dengan kemampuan penciuman hidung Lady dalam menemukan tujuan mereka. Dalam kegelapan malam hanya cahaya dari diri Elwie yang masih berpendar, cahaya yang alami dimilikinya sejak dia kecil, namun cahaya itu tak cukup kuat untuk menerangi sekitar, hanya mampu menerangi diri Elwie sendiri.

Aroma apa ini..harum sekali, semakin lama keharuman yang lembut ini semakin tercium, mungkin keharuman ini yang dimaksud Lady untuk diikuti. Elwie terus saja berfikir keras tentang aroma lembut yang memikat hatinya.

DUKK!!!

“Aduh..Kepalaku terbentur sesuatu..Lady, kenapa kau terbang tidak memperhatikan jalan sih?” Elwie mengelus-elus keningnya yang sepertinya semakin menonjol.

“Menurutmu aku sengaja tidak memperhatikan jalan? Ini sangat gelap, yang aku perhatikan hanya  tujuan kita tapi aku tidak mampu melihat apa yang kita lalui” Lady pun tak mau kalah memberi sanggahan dan ia kembali berusaha membawa Elwie terbang.

Dari kejauhan terlihat secercah cahaya, dan Lady semakin mempercepat lajunya seolah ia benar-benar yakin akan tujuannya.

Sebentar lagi kita sampai..

Akhirnya sampai juga Lady dan Elwie di pintu gerbang sebuah desa, Lady sepertinya sudah sering ke sana, ia langsung dipersilahkan masuk oleh penjaga gerbang desa.

“Sst..Lady..desa apa ini? Benar-benar harum hampir di seluruh penjuru,tapi suasana begitu sepi tidak seperti di desaku” Elwie berusaha berbisik kearah Lady, namun Lady tak memedulikannya dan terus saja berjalan ke wilayah rumah-rumah penduduk desa, Elwie pun mengikuti langkah Lady dengan hati penasaran. Sesaat kemudian langkah Lady terhenti begitu juga Elwie, mereka berpapasan dengan seseorang yang menunggangi kuda.

“Lady? Tumben kau datang malam-malam begini, ada apa? Apakah desamu baik-baik saja?” Pria gagah itu segera turun dari kudanya dan menghampiri Lady dan juga Elwie.

“Iya Andra, aku terpaksa malam-malam begini singgah di desamu, karena perjalananku sangat jauh, desaku baik-baik saja. Aku menemukan seseorang yang tersesat dan aku ingin mengantarkannya pulang, hanya saja aku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan lama, kenalkan ini Elwie, Elwie..kenalkan ini adalah Andra, dia adalah anggota keamanan di desa ini.” Lady mulai memperkenalkan Elwie yang sedari tadi hanya mematung di belakangnya.

“Hai..semoga kau cepat menemukan desamu,untuk sementara kau aman tinggal di desaku” Ucap Andra mencoba menegur Elwie, namun Elwie hanya diam saja seperti tersihir dan tak berucap apapun, melihat kekakuan Elwie itu, Lady pun segera pamit kepada Andra dan menarik lengan Elwie, sepertinya Lady paham mengapa Elwie tiba-tiba terdiam.

“Elwie…kau kenapa? Daritadi kau terus saja bertanya kepadaku, kenapa ketika diajak bicara oleh pemuda itu, kau malah diam?” Lady pun mengomel sepanjang perjalanan mereka.

“Mm..maaf Lady, aku hanya belum pernah bertemu dan melihat pemuda seperti dia tadi..dia berbeda dengan para pemuda yang pernah aku temui, tapi aku tak tahu apa yang berbeda”

“Itu karena kau seperti katak dalam tempurung, hehe maaf, tapi kau tak pernah keluar dari desamu sebelumnya, dan tak pernah bertemu orang yang berbeda dari penduduk desamu, nanti kau akan melihat banyak keajaiban lain di dunia kita” Lady berusaha menjelaskan.

“Lady, apakah karena sudah malam ataukah karena disini memang terlihat sangat sepi? Aku tak melihat seorang wanitapun dari tadi, yang ada hanya pria yang hilir mudik, kalau di desaku meskipun sudah malam bahkan sampai larut malam tetap ramai, dan para wanita juga biasa berada di luar, apakah desa ini tidak aman?” kembali Elwie bingung dengan keadaan desa yang baru dia datangi itu.

“Ini adalah desa Centifolia, desa yang harum dan memiliki banyak budaya,  disini sebenarnya para wanita biasa keluar rumah juga, tapi ini musim Windy artinya musim dimana angin bertiup kencang, maka para wanita jarang yang keluar, itu juga merupakan budaya penduduk, kau pasti penasaran mengapa wanita tak keluar dimusim Windy. Nanti kau akan tahu ketika kita sampai dirumah sahabatku, tapi kita masih harus berjalan beberapa kilometer lagi.”

“Ini desa yang sangat menyenangkan menurutku, aku sering kesini, dan mereka terutama para penjaga pasti sudah mengenaliku, desa ini terkenal dengan keramahan penduduknya, mereka sangat ramah dan selalu tersenyum, bahkan mereka tidak membatasi siapa saja para pendatang yang mau singgah ke sini, aku sih merasa khawatir karena setiap keramahan tak selamanya akan dibalas dengan kebaikan, kita tak pernah tahu pemikiran orang lain. Desa ini memang terkenal dengan kebaikannya dan tidak suka mencurigai orang lain, semoga desa ini selalu aman dan terkendali” Lady kembali menjelaskan.

“Oya satu lagi Elwie..mereka sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral, mereka saling menghormati dan selalu berusaha menjaga sikap agar tak menyinggung perasaan satu sama lain, dan yang paling penting mereka akan sangat menjaga keharmonisan tiap-tiap keluarga, mereka termasuk tipe romantis, sudah…kau jangan bermimpi dulu..hihi” Lady menepuk pipi Elwie dengan lembut seolah ingin menyadarkan Elwie yang seketika termenung lagi.

Apaan sih..aku hanya teringat pemuda berkuda tadi, pakah dia juga romantis? Hmm..tapi kalau tidak bisa memasak, mencuci pakaian dan menyetrika belum termasuk romantis menurutku..

Elwie membatin sembari senyum-senyum sendiri, tanpa disadarinya Lady sudah berjalan meninggalkannya beberapa langkah, sadar ditinggalkan, Elwie pun segera berlari mengejar sahabat barunya itu.

Tok..Tok.!!

Lady mengetuk salah satu pintu rumah penduduk desa, sepertinya itu adalah rumah sahabatnya yang dari tadi ingin dijumpainya.

“Ladiiii…” seketika suara seorang wanita menyambutnya dengan hangat setelah pintu terbuka.

Pandangan Elwie seakan tertancap tak bergeming dari apa yang dilihatnya..

Siapa dia? Diakah sahabat Lady yang diceritakannya tadi? Aku benar-benar merasa seperti katak dalam tempurung yang baru saja lepas. Apa yang kulihat ini? Seorang wanita yang sangat cantik, keharuman yang sangat lembut menyeruak keluar rumah begitu pintu terbuka, dan di dalam rumah itu beberapa wanita sedang berkumpul, ternyata keharuman ini berasal dari mereka, wajah yang cantik dan bersemu merah di pipi-pipi mereka, sungguh aku yang setiap tahun menjadi pemenang kontes kecantikan di desaku ternyata tak ada apa-apanya dibandingkan mereka.Oh Tuhan, benarlah nyata bagiku bahwa  ada langit di atas langit, tak ada yang pantas menjadi sombong di dunia ini meskipun memiliki kelebihan pada dirinya.

“Elwie!!!,, mau sampai kapan kau berdiri di pintu itu..ayo masuk, sahabatku sudah membuatkan makanan lezat ini, ayo kita makan..”

 ***

 

 

 

Sebelumnya :

~Primadona Yang Terusir

~Lady

 

  • view 240