Se(salah)pasang Sandal

31
Karya 31  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 November 2016
Se(salah)pasang Sandal

Mengapa kita tak sama..

Terkadang aku iri pada mereka, mereka yang terlihat mesra dan sangat romantis, pastinya pasangan ideal. Tapi mengapa kita seakan enggan mengakui kebersamaan ini. Engkau jarang mengajakku berpose bersama seperti mereka, bahkan ketika berjalan kita tak sejalan beriringan, kadang kau yang duluan dan kadang aku yang belakangan (eh).

Mengapa aku merasa menjadi makhluk tersial di dunia, dari segi fisik saja aku sekarang seolah tak pantas menjadi pasanganmu apalagi pasangan yang lain. Kau bahkan jarang berkata tentang hal yang romantis yang biasa dikatakan sang pendamping sambil berbisik, kau lebih sering berteriak seakan begitu jauh jarak antara kita. Apakah kau telah bosan padaku? Tolong pahami aku dan jawablah pertanyaanku.

Tatapan sweli mengisyaratkan banyak hal, seolah ia telah menyampaikan seluruh isi hatinya yang tak satupun terucapkan olehnya saat ini. Ia hanya terus bercakap dalam hatinya sambil pandangannya sesekali memandang pasangannya yang sibuk dengan rutinitas sehari-hari.

“Ada apa sayang?” Tanya swalo sang pendamping hidup sweli selama ini, swalo seakan mampu membaca kegelisahan hati sweli yang melirik-lirik penuh Tanya kearahnya. Sweli hanya menunduk diam, baginya takdir adalah sesuatu yang harus dijalani tanpa banyak tanya, meskipun hatinya selalu dirundung gelisah dan pensaran yang berkepanjangan.

Tak beda halnya dengan Swalo yang masih saja sibuk dengan rutinitasnya, tapi dalam hatinya selalu ingin meyakinkan Sweli bahwa ia akan berupaya sebaik mungkin untuk perjuangan hidup yang mereka jalani, dalam setiap getirnya kehidupan yang dilalui, diantara kerikil tajam dan genangan air kehancuran, ia akan selalu menjaga sweli selamanya.

Aku tahu kau pasti ingin seperti mereka, selalu terlihat mesra dan romantis agar dunia menyaksikan segala kebahagiaan yang kita rasa. Engkau pun sering memintaku untuk berpose bersamamu dengan gaya yang mungkin akan sangat kaku untuk kulakukan, bukan aku tak mau.

Terkadang aku merasa cinta itu akan terapresiasi dengan sendirinya, dalam pose tanpa arahan yang mungkin hanya tuhan yang pernah merekam semuanya, yakinkan hatimu bahwa cinta kita indah dengan seadanya. Aku tahu ketika kita berjalan tak mungkin kita selamanya beriringan, karena tugas kita tak sama, sebagai pasangan, kau adalah kiriku dan aku adalah kananmu, kita akan berjalan dengan irama yang sama meskipun tak sejajar, tapi ketika kita berhenti dan menenangkan diri, kita akan seiring.

Maafkan aku yang tak berbicara manis setiap saat, bahkan aku lupa menurunkan volume suaraku karena saat aku hendak berkata, kau sedang jauh di depanku atau di belakangku. Selama kau ada di kiriku dan aku ada di kananmu maka selama itu aku dan dirimu adalah pasangan, jangan ragukan takdir ini.

 

 

Thumbnail


  • agus geisha
    agus geisha
    1 tahun yang lalu.
    klo salah satu sandal hilang, yang satu pake buat rem sepeda..

  • SAM FIRDAUS
    SAM FIRDAUS
    1 tahun yang lalu.
    Jualan sandal nih ye

    • Lihat 17 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    tolong lihat aku, dan jawab pertanyaanku.... *nyari lagu Armada*

    jadi swalo yang kanan, bu? kok gedean yang kiri ya

    • Lihat 5 Respon