Hanya Serpihan

31
Karya 31  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 September 2016
Hanya Serpihan

 

Hari ini, 29 September…

Siang ini aku melaju diatas jalanan beraspal panas terbakar matahari dengan kecepatan diatas rata-rata untuk standarku sendiri. Aku mengambil arus kanan agar mudah melewati mereka yang berkecepatan dibawah kecepatan kendaraanku. Hanya sedikit sisa jarak sebelah kananku karena aku sudah sangat dipinggir, namun secepat kilat dengan suara gemuruh kendaraan melintas pada lorong sempit sebelah kananku, dengan liukan tubuhnya yang mengikuti irama roda kendaraannya yang di hentakkan kekiri dan kekanan. Getaran kendaraannya menggetarkan tubuhku saat itu, kaget, tersentak, tapi tanpa sepatah Wow  untukmu pengendara, kenapa? Entahlah.

 

Dua bulan lalu sepertinya…

Pagi itu, suatu waktu yang cerah. Mas tukang sayur dengan wajah bahagia bak superstar dikelilingi ibu-ibu muda yang setia merayunya disaat lengah sang suami yang telah disalami pamit bekerja, ingin menawar harga seulas temulawak? Setidaknya turun dua ratus rupiah, Yes..I got it.. Bahasa dari pandangan mata seorang ibu mengerling, senyum – senyum saja si mas, tanpa Wow di matanya, entahlah.

 

Lima tahun lalu kalau tidak salah…

Siang penat itu bermandikan keringat sendiri juga keringat manusia yang berhimpitan dalam bus entah apa namanya di kota yang telah sekian lamanya menjadi ibukota negaraku. Berdiri berpegangan pada tiang lorong dalam bus ini sambil mataku dan mata kakak melirik kekanan dan kekiri setiap bus berhenti, siapa tahu ada tempat duduk kosong, ah..sepertinya bau menambah kurangnya oksigen dalam darah di  kepalaku. Akhirnya setelah satu jam menatap kemacetan, aku dan kakak pun bisa bersandar dengan lega sambil duduk nyaman, yah nyaman untuk situasi sepenat siang itu. Seorang wanita tetiba naik menerobos kerumunan orang yang berdiri dan memantaskan dirinya ikut berdiri diantara orang-orang itu,  hmm..tapi tak pantas!!..Perutnya besar, mungkin sang bayi di dalam rahimnya sudah bersiap menuju persalinan. Ya Tuhan, mereka para lelaki yang duduk di dekatnya seperti buta!!..Kakakku segera bangkit, duduknya dipinggir lorong menjadi lowong tepat disampingku dan aku menjaga kekosongan tempat duduk itu karena mata-mata mereka mulai berjatuhan menatap bangku ini, kakak mengajak ibu hamil itu menuju kesini dan duduk disampingku. Mereka menatap dan kembali membuang pandangan kearah macetnya jalan..Wow..Entahlah.

 

Belasan tahun yang lalu seingatku…

Malam itu gelap, hanya sekira beberapa bintang bercahaya. Lampu jalanan yang redup menambah pekat jalanan sepi yang kulalui di kota itu, di kota seribu pulau tempat ku menghabiskan masa remaja penuh cerita, mengenal cinta yang baik, yang buruk..seperti yang kulihat diseberang jalan itu, tak jelas pandanganku namun terlihat seorang pria yang tangannya di tarik-tarik oleh seorang wanita, mereka sudah dewasa, setidaknya itu yang kulihat dari jauh. Dengan suara wanita yang terisak meminta sang pria untuk tidak pergi, tapi pria itu sangat yakin dengan kakinya yang ingin melangkah jauh dari sisi sang wanita di jalan itu. Wanita itu teriak dengan logat timur yang aku lupa apa katanya, PLAKK!! Tangan pria dengan cepat menghampiri muka si wanita, tidak berhenti disitu saja, ia terus menghantam dengan tangan yang satu lagi. Usiaku masih belasan dan aku tergugah ingin berlari menyeberang, setidaknya aku sudah pakai sabuk bela diri karena saat itu aku baru saja pulang latihan, tapi..aku masih sabuk putih, dan siapa yang harus kubela? Sang wanita?.. Akupun mengurungkan niatku, tanganku mengepal dengan kepala tertunduk, aku melanjutkan perjalanan pulang sambil sesaat kemudian kulihat pria itu dengan gagahnya melangkah pergi meninggalkan wanitanya. Wow? Entahlah….

 

 

 

Thumbnail


  • agus geisha
    agus geisha
    1 tahun yang lalu.
    napak tilas jejak yang lawas.

    • Lihat 5 Respon

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Wow ...

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Dan thumbnail ini juga pernah dipakai kan di tulisan sebelumnya

    • Lihat 5 Respon

  • SAM FIRDAUS
    SAM FIRDAUS
    1 tahun yang lalu.
    cie berhasil embed video.

    • Lihat 8 Respon