Karena Tidak Yakin

31
Karya 31  Kategori Renungan
dipublikasikan 27 Juli 2016
Karena Tidak Yakin

Pernah..Mungkin kita pernah merasa sangat tidak yakin atau tidak percaya pada suatu hal, suatu janji atau suatu lainnya. Kondisi hati kita akan selalu berubah-ubah karena kita masih hidup. Suatu saat kita akan merasa percaya, lalu kemudian kita merasa ragu dan kemudian mulai tidak percaya, itu semua adalah lumrah bukan lurah ya *eh..

Wajar saja saat hati bimbang, ragu dan curiga akan sesuatu, bukan hanya pada pasangan tapi pada apa saja yang kita dengar atau kita jumpai. Misalkan kita memiliki seekor kucing, kemudian kucing ini biasa kita tempatkan diluar, dan tiba tiba hujan bergemuruh diluar, kita akan mulai berfikir bagaimana keadaan si kucing diluar.

Bila hati kita gelisah, saat itu kita akan mencari kucing dan memasukkannya kedalam rumah agar kucing tidak kena hujan. Tapi bila hati kita yakin bahwa namanya kucing mampu mencari tempat perlindungan diluar sana, maka kita tidak akan gelisah.

Tapi, jika pikiran kita mulai menyumbang kegelisahan yang hebat misalnya kita akan berfikir "jangan-jangan nih kucing kedinginan, lantas dia akan mencari rumah lain yang bersedia membuka pintunya..trus dia akan tinggal deh dirumah itu..trus berarti tuh pemilik rumah jahat dong, karena sengaja mencari kesempatan, saat hujan begini kucingku pasti kedinginan dan mencari kehangatan dirumahnya.."

Kecurigaan yang terlalu berlebihan terjadi karena tidak percaya, ketidak percayaan terjadi mungkin karena kekecewaan, tapi... kekecewaan terjadi bisa saja kembali lagi karena kecurigaan yang berlebihan.

Saat kita mulai curiga (curiga yang berlebihan dengan unsur pikiran yang sangat was-was) maka saat itu kita akan berusaha mengawasi, mengikuti dan menguntit setiap apa yang terjadi, apa yang dilakukan, atau interaksi apa saja yang terjadi antara kucing tadi dengan tetangganya (misal). Pada saat itu apakah kucing merasa diawasi? Ya.., perasaan sang kucing pasti tidak nyaman, kesal dan merasa tidak bebas. 

Karena sudah tidak nyaman akhirnya ada rasa ingin memberontak dalam hatinya (hati kucing *contoh), bila hati sudah tidak nyaman maka setiap tindakannya seakan harus ikuti komando karena takut salah. Dengan begitu besarnya perasaan takut salah mengakibatkan perbuatan si kucing akhirnya jadi salah juga. Saat terjadi kesalahan inilah maka timbul rasa kecewa dan kecewa ini semakin menambah rasa tidak percaya.

Maka siklus antara curiga yang berlebihan kemudian kecewa dan balik lagi curiga lagi ini tidak akan berhenti sampai hati kita menemukan solusi pasti bahwa kita tidak akan bisa mengatur hati siapapun. Bahkan hati kita sendiri pun bisa saja suatu saat berubah atas kehendakNya.

Intinya segala yang 'terlalu" atau berlebihan itu tidak baik, terlalu curiga tidak baik, terlalu percaya juga tidak selamanya baik. Yakin atas kuasa dan kehendakNya bahwa semua adalah kuasaNya, semoga kita akan selalu dapat menjaga kepercayaan siapa saja yang masih percaya kepada kita.


  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    membangkitkan rasa kepercayaan dan kejujuran itu emang sulit, apalagi dengan pasangan kita harus selalu memberikan pengertian yang terkadang yaaahh membuat kita beratus kali berfikir untuk menjaga kata-kata agar tidak salah tafsir dan ucapan yang ingin disampaikan

  • Dicky Armando
    Dicky Armando
    1 tahun yang lalu.
    Awalnya saya pikir ini tentang dunia kerja, setelah lihat thumbnail dan beberapa paragraf terakhir, sepertinya tentang suatu hubungan, entahlah.
    Saya punya pemikiran bahwa hal yang paling mahal di dunia ini ada dua macam, yaitu kejujuran dan kepercayaan, ini barang sudah langka.