Ramadhan Dalam Kerinduan

31
Karya 31  Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 Juni 2016
Kembali

Kembali


Reaksi Cinta Pada Allah yang tertulis

Kategori Spiritual

2.1 K Hak Cipta Terlindungi
Ramadhan Dalam Kerinduan

Ternyata selalu ada kerinduan dalam hidup ini, tidak bisa dipungkiri kita adalah makhluk pemilik rindu. Rindu akan segala yang kita idam-idamkan. Tapi Allah tidak membiarkan kita tanpa ilmu, tanpa belajar cara menikmati arti sebuah kerinduan. Bulan Ramadhan, sebulan penuh kita diajarkan untuk tetap sabar dan selalu menjalankan ibadah dalam kondisi dibatasi, dibatasi segala hawa nafsu yang biasanya boleh pada bulan-bulan yang lain.

Apakah kerinduan itu menyiksa?, ya, setiap yang namanya kerinduan itu menyiksa. Dalam kerinduan untuk makan, minum, maka kita harus menahan rasa lapar dan dahaga. Tersiksa dalam rasa yang harus ditahan, tapi Allah menjanjikan ganjaran yang sangat banyak, setiap nilai ibadah kita dilipatgandakan, bahkan dalam istirahat kita dinilai pahala apalagi kalau kita tetap beraktivitas. 

Walaupun kerinduan itu menyiksa tetap akan mampu dinikmati, dalam setiap lantunan ayat-ayatNya membuat kita ingat akan perjumpaan denganNya. Malu akan bekal yang akan kita bawa menghadapNya, bergidik ngeri membayangkan azab yang sesuai dengan dosa-dosa kita. Hal itulah yang akan menenggelamkan kita dalam ibadah padaNya, dan dengan cintaNya, kita akan menikmati setiap kerinduan dalam sujud.

Pernahkah merasakan kenikmatan dalam kerinduan? coba kita resapi bersama di Ramadhan kali ini. Resapi setiap rasa lapar dan haus, bayangkan mereka yang tak pernah merasakan kenyang, bayangkan mereka yang tidak pernah tau arti sarapan, makan siang atau  makan malam. 

Pernahkah merasa tersiksa dalam kerinduan? begitu banyak larangan, ini tidak boleh! itu tidak boleh! hampir semua yang kita inginkan tidak boleh. Kalau tidak ada larangan maka tidak pernah ada keinginan dan kerinduan, karena semua bisa kita raih dengan mudah. Bayangkan bila siang hari dalam bulan Ramadhan adalah dunia, dan malam adalah akhirat. Maka benarlah kalau didunia ini kita akan selalu berhadapan dengan larangan-larangan, hampir semua hal dibatasi. Bila kita mampu bersabar, kenikmatan syurga akan kita raih bagaikan menghilangkan dahaga puasa saat berbuka di waktu maghrib.

InsyaAllah, Allah SWT tidak pernah ingin menyiksa hambaNya. Ia menitipkan rindu dalam hati setiap insan agar kita belajar melalui setiap perintah Ibadah dariNya. Dan karena Allah selalu punya maksud dibalik perintahNya.

*Thumbnail


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    Tentang tanda tanya (?) dan tanda seru (!)

    Entah siapa yang bikin aturan awalnya, yang jelas, tanda tanya dan tanda seru sudah mengandung titik. Karena itu, kata setelahnya diawali dengan huruf besar. Dan setelah tanda tanya, haram hukumnya menulis tanda koma atawa titik lagi.

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    si adiknya bingung mau ambil makanan yang mana dulu :/

    • Lihat 6 Respon