Rokok Bapak

Vera
Karya Vera  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Mei 2016
Rokok Bapak

Dulu..

Itu rokok Bapak, persis cerobong asap kereta api. Tiada henti siang dan malam, bahkan mengalahkan asap kompor dapur Mamak.

Dulu..

Itu rokok Bapak, selalu ada baju kemeja kerja Bapak yang bolong-bolong. Tapi asap rokok terus saja mengepul.

Dulu..

Itu rokok Bapak, aku ingat baunya. Dari jenis dan nama rokoknya pun aku tahu.

Tapi itu dulu..

Sekarang..

Itu jantung Bapak, salurannya tersumbat. Cincin harus terpatri dengan operasi, pesan dokter.

Sekarang..

Itu langkah Bapak, semakin lemah. Sesekali sesak memerahkan wajahnya.

Sekarang..

Itu tangan Bapak, sering menggenggam dada kirinya. Tiba-tiba sakit yang teramat sangat.

Bapak, maafkan aku yang lupa mengingatkanmu dulu. Aku yang terkadang ikut menghirup asap rokokmu. Aku yang sering membelamu dari amarah Mamak, setiap kali kau memetikkan api ke rokokmu.

Bapak, Aku menyesal semua waktu yang terlewat tanpa mengingtkanmu. Aku tahu kau pun lebih menyesal dariku kini.