POLKADOT

31
Karya 31  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 23 Mei 2016
PEREMPUAN-PEREMPUAN

PEREMPUAN-PEREMPUAN


Banyak kisah dan gambaran perempuan

Kategori Cerita Pendek

1.1 K Hak Cipta Terlindungi
POLKADOT

“Kau tau Miaw?..Aku benci dia, dia yang berwarna hitam dan bermotif bola-bola putih. Entah mengapa aku sangat membencinya sekarang”

“Meooong”

“Iya…aku benci si polkadot itu, dulu aku sangat suka dia. Bahkan selalu ku pakai kemana-mana, tapi sejak kemarin, setelah aku memakainya saat menemani mama ke pasar, aku jadi muak melihatnya”

“Meoooong”

“Andai saja aku tau sebelumnya, aku pasti tidak mau ikut dengan mama kepasar. Andai aku tau sebelum nya.”

Aku terdiam lagi…

kini aku selalu dikamar, mengajak Miaw kucingku untuk mengobrol. Hanya Miaw yang mampu menampung kegalauanku, kegelisahanku dan semua ceritaku. Aku tak sanggup menceritakan ini pada Mama, apalagi pada Papa.

***

 

“Erika, kenapa kamu selalu berkurung dikamar? Sudah seminggu ini kamu selalu berkurung dikamar dengan si Miaw. Dan ini.. kenapa kamu menggunting-gunting celana kesayanganmu ini? Tadi mama nemu di tong sampah, kenapa kamu sekarang tidak mau pakai celana ini?” Tanya Mama padaku, sambil memegang celana pendek hitam polkadot milikku.

“Gak Ma… Aku rasa celana itu sudah sempit.” Aku menjawab sekedar saja, dan segera masuk kamar.

Aku belum bisa mengerti dengan semua yang terjadi, ada apa denganku, ada apa dengan celana itu, ada apa dengan semuanya. Bahkan aku tidak sempat melihat wajah dia, dia yang telah….

“Miaw, mengapa banyak orang jahat ya? Aku hanya anak Sekolah Dasar, aku masih kelas tiga. Seharusnya aku dijaga dan disayang, seharusnya mereka yang lebih tua dariku mau menjagaku. Seharusnya walaupun aku orang lain tapi bukankah aku juga anak perempuan yang sama seperti anaknya? Adiknya? Keponakannya?” aku kembali curhat pada Miaw kucingku yang setia.

Aku benar-benar tidak bisa melupakan saat itu, ditengah keramaian. Saat aku mengikuti kemanapun Mama pergi dipasar itu. Tiba-tiba langkahku terhenti, karena dari arah depanku, tangan seseorang menghampiri dan meremas…Aaaargh…

“Aku benci!!..Aku benci!!..Mengapa tangan orang itu ada di polkadotku!!!.” emosiku meluap lagi, kupukuli bantal-bantal dihadapan Miaw. Miaw melompat kaget.

“Maafkan aku Miaw, kau takut ya?jangan takut..hanya kau temanku. Kau yang mendengarkan aku. Waktu itu aku sudah ingin bercerita pada Mama, tapi Mama tidak mendengarkanku. Mama bukan seorang wanita karir, bukan seorang yang asyik dengan gadget, bukan seorang yang sering keluar rumah, tapi ia tetap tidak sempat mendengarkanku. Mama terlalu sibuk memasak, memasak terus…Mama memang rajin tapi Mama kurang perhatian.”

***

 

 

“ERIKA!!!woooii..SRIKANDIII!!!...Hei..kau melamun lagi?..Ayo, pertandingan tinggal sebulan lagi looh. Kalau kamu kebanyakan melamun, kamu akan ketinggalan latihan.”  Suara Juan membuyarkan lamunanku.

Peristiwa masa kecilku itu takkan kulupa.

Semua telah aku lewati, segala perasaan kesal dan marah, aku salurkan pada hobby ku ini. Aku akan menjadi Srikandi, setidaknya nama itu yang mereka gelarkan padaku, karena aku selalu rajin mengikuti latihan bela diri ini.

Walau sulit menghadapi kenyataan bahwa banyak orang ‘ sakit’ di sekitar kita, tapi semua adalah bagian dari dunia ini, bagian yang harus kita hadapi bagaimanapun kondisi kita.

Aku hanya berusaha mengembalikan kepercayaan diriku yang sempat lemah karena tangan manusia ‘sakit’ itu,  dengan cara mengikuti bela diri, dan aku berhasil menemukan diriku lagi.

 

Gambar


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    dikamar => di kamar
    ditengah => di tengah

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Hmm.. klo gue baca dan cermati, ini kisah pelecehan sex masa SD ya? yang teringat kembali setelah dewasa.. ini Kisah nyata ape hayalan fenomena sekarang?
    .
    Untuk anak SD jaman sekarang mungkin dia tahu dan sadar bahwa itu pelecehan karena dia memiliki gadget yg gampang mencari berita atau menerima berita ttg itu. Jadi masih masuk akan jika dia tau bahwa dia telah di lecehkan, tapi kok gak cerita kepada orang tua ya? Seharusnya dia akan teriak pd saat itu terjadi, di pasar pula yg rame dg orang-orang. Kecuali kasus ini di daerah atau di era sebelum internet muncul dan si anak gak sadar klo itu di pelecehan.



    • Lihat 8 Respon