Aku Benci Hujan

31
Karya 31  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Mei 2016
Kosong

Kosong


tentang makna yang hilang

Kategori Acak

1.3 K Hak Cipta Terlindungi
Aku Benci Hujan

“Aku benci hujan..”

“Haa?..kenapa?..”

“Aku benci dengan kenangan yang dibawa oleh hujan yang deras”

“Kenangan buruk ya?”

“Aku ga tau, apakah itu buruk atau tidak”

“Hedeeeeh, terkadang aku merasa mbohh kalau ngomong dengan kamu”

“Kenapa sih..aku serius, malah kamu bercanda”

“Aku juga serius mbohh nya..hahaha..udah, ini makan dulu bakwannya” ujar Kelly sambil menyumpal mulut Dessy dengan bakwan panas.

“Ahh..Jahat kau yaaa!!!” akhirnya Dessy menghajar temannya itu dengan gelitikan-gelitikan.

Suasana sore yang berisik oleh suara hujan yang sangat deras, semakin berisik dengan suara dua orang sahabat itu, yang selalu  akrab.

Kraaaakkkk!!!!

“Tuh kaaan, patah lagi kaki mejanya..kamu sih yang duluan ngajak berantem!...bakal kena marah nih sama nyokap aku, gimana nih ..”

“Aduh sorry ya, ntar deh aku yang ngomong ke nyokap kamu. Kalau ini semua emang salahmu, ahahaha” jawaban Kelly selalu membuat dessy makin kesel.

“Kell..hujan belum reda juga, malah semakin deras aja..”tanpa disadari air mata Dessy menetes.

“Eh, ngapain sedih gitu sih..hujan akan selalu datang kapanpun dia mau, dan akan reda kapanpun dia mau.”

“Aku tau, tapi setiap hujan yang deras datang aku ingat akan dia. Dia sahabat lamaku, dia tlah ku anggap sebagai sosok laki-laki satu-satunya yang terbaik, dia bagai kakak, dan sahabat terbaikku. waktu itu hujan sangat deras turun dan aku berjalan menyusuri jalan dekat kampus kita. Entah mengapa aku jadi sangat terisak saat itu. Air mata yang tumpah lebih deras dari air hujan yang mengguyurku. Aku sedih untuk hal yang sepele. Entahlah…hanya karena ucapannya yang sedikit cuek atau karena harapanku yang terlalu besar padanya, hingga saat dia menolak membantu skripsiku saat itu, aku langsung sedih. Aku pulang dalam hujan yang sangat deras tanpa payung, aku pulang sambil menangis.”

“sejak hari itu, aku menghilang darinya. Aku tak membencinya, hanya aku merasa ingin pergi jauh saja. Dan sejak saat itu aku tak tau kabarnya dan dia tak tau kabarku. Yang aku tau setelah itu, bahwa dia mencariku dan dia kecewa”

Cerita Dessy dan kembali terisak.

“Hmm, rasanya lucu juga kenanganmu. Hanya hal sepele kelihatannya, tapi sangat membekas di benakmu Dess. Mungkin karena dia adalah orang yang selalu kau ingat terlalu dalam. Sudahlah, sekarang mungkin bukan waktunya untuk terus dalam kenangan. Biarkan kenangan itu lepas di bawa hujan .” kata-kata bijak Kelly mulai terucap.

“Lantas dimana dia sekarang?” Tanya Kelly lagi.

“Dia sudah pergi dengan kekasihnya. Aku tak pernah merasa kecewa tentang hal itu. Kau tau? Ada kalanya hatimu menyayangi seseorang lebih dari sekedar ingin memiliki atau ingin bersamanya. Ada kalanya kau hanya inginkan dia bahagia sebahagia-bahagianya. Bahkan saat akhirnya kami berjumpa, kami berjanji untuk melupakan segala kisah yang pernah ada atau yang pernah diharapkan.” jawab Dessy sangat yakin akan perasaannya.

“iya, aku mengerti. Itulah tulus..tapi, mengapa kau masih membenci hujan?”

“Aku membenci rasa saat itu, rasa sakit yang aku tak tau mengapa begitu sakit…itu saja, maafkan aku hujan, kau selalu mengingatkanku akan hari itu. Aku tak bermaksud membencimu” Dessy memandangi langit yang mulai terang dari jendela rumahnya , dan hujan mulai reda.

“Sudahlah Dess, setiap hujan akan berakhir dengan segala yang baru, lebih cerah dan menyegarkan . Bahkan bila kau beruntung, kau akan mendapati pelangi diujung matamu” senyum dan pelukan Kelly terasa hangat menyentuh hati Dessy .

Teeet…teeet!!!

“Ah, mas Iman sudah datang menjemputku Dess.. Aku pulang dulu ya?..Kamu jangan sedih lagi oke? Hujan sudah reda..bye..” Kelly pun berpamitan sambil mencium pipi Dessy yang mulai tersenyum. Bergegas Kelly memakai sepatu kulitnya dan berlari kecil menyambut Iman, suaminya.

Pandangan Dessy begitu bahagia melihat temannya Kelly yang berboncengan dengan suaminya itu, Iman pun tersenyum tipis dan mengangguk kecil, sebagai tanda berpamitan dari jauh.

Pelangi itu memang ada Kelly, dan kaulah yang mendapatkannya Dessy membatin sambil kembali masuk kedalam rumah.

 Gambar


  • Ira Wahyu  Widya
    Ira Wahyu  Widya
    1 tahun yang lalu.
    hujan itu 1% yang turun air, tapi 99% yang turun kenangan mantan

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    oh, yang dikenang Dessy itu Mas Iman, ya mbak?
    coba baca juga HUJAN versi Tere Liye, mbak.
    *saya belum khatam


    eh, itu hujan di thumbnail kok gak berhenti2 ya

    • Lihat 1 Respon