Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kisah Inspiratif 29 April 2016   21:00 WIB
Perempuan Tanpa Hati

Ku lihat dia yang tengah berjalan tertunduk, gaya berjalannya dibuat setegas mungkin, dia tak menoleh ke kiri dan ke kanan.

Sesekali pandangannya lurus kedepan seolah ia tahu tujuan perjalanannya.

Segera kuhampiri dia, kucoba mengikuti langkahnya, tubuhnya yang kurus tampak lelah, dia mencoba tersenyum diantara debu yang menerpa wajahnya, kantung matanya menghitam sepertinya dia perempuan yang suka terjaga di malam hari.

"Kau hendak kemana?" Tanyaku sambil terus mengikutinya.

"Aku mencari hatiku" jawabnya tanpa menoleh lagi.

"Hatimu hilang? Bagaimana mungkin hati yang harusnya selalu kau bawa, kini malah kau cari?" Aku semakin tak mengerti.

Tiba-tiba langkahnya terhenti, dia terdiam menatap kedepan, debu terus saja beterbangan menerpa wajahnya yang lelah.

"Hatiku sebenarnya tidak hilang, aku meletakkannya di suatu tempat, hatiku sangat suka ditempat itu, warnanya kembali memerah ceria bila ia disana, bila aku mengambilnya dari tempat itu maka warnanya menjadi pudar memucat. Tapi aku lupa dimana tempat itu, tempat yang begitu berwarna, aku lupa dimana aku meletakkan hatiku. Sudah lama aku berjalan dan mencoba mengingat-ingat tempat itu, aku mencoba mengingat-ingat arah jalannya, tapi semua jejaknya hilang, terlalu banyak dedaunan gugur disini hingga aku tak bisa melihat jalan dengan jelas. Tapi tak mengapa, bila aku tak menemukan hatiku lagi, setidaknya aku tahu dia bahagia disana. Aku masih sanggup meneruskan hidupku walau tanpa hatiku." Senyumnya tergaris dibibirnya, begitu merekah seakan dia sangat yakin dengan kata-katanya. 

Aku terdiam dan tertegun memikirkan kata-katanya, timbul pertanyaan dalam benakku "Bila dia menemukan hatinya, akankah dia mengambil hatinya yang sudah bahagia di tempatnya? Ataukah dia akan meninggalkan hatinya lagi dan melalui hidupnya tanpa hati?" .

Tak sempat aku menanyakan pertanyaanku itu, karena perempuan tanpa hati itu telah berlalu diantara debu yang terus menerpanya.

Karya : 31