Bersakit-sakit Dahulu Bersenang-senang Entah Kapan

31
Karya 31  Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 April 2016
Bersakit-sakit Dahulu Bersenang-senang Entah Kapan

Biasanya kita menyadari sesuatu setelah kita mengalaminya, kita bisa merasakan sakit dan penderitaan setelah kita benar benar berada pada kondisi itu dan empati di dalam hati juga ikut terbangun ketika kita melihat penderitaan orang lain karena kita sudah merasakannya.

Demikian juga ketika kita melihat kesusahan orang tua kita, terkadang kita belum menyadari betapa sulitnya mengurus kita dimasa kecil dan betapa khawatirnya mereka kepada kita dikala kita remaja.

Ibu, terkadang sulit membayangkan sakitnya saat engkau melahirkan anak sepertiku, maaf karena semua benar telah menyadarkanku disaat yang sama saat melahirkan cucumu.

Ayah, terkadang sulit membayangkan khawatirnya dirimu saat aku pulang larut malam itu, padahal esoknya aku harus berangkat meninggalkan kota kita untuk menyambung pendidikan di luar kota, dan maaf karena semua benar telah menyadarkanku disaat yang sama saat melepas cucumu bersekolah.

Mungkin akan lebih indah bila kesadaran itu muncul sebelumnya, takkan ada tangis diwajahmu ibu, takkan ada amarah sampai engkau melempar telepon rumah waktu itu ayah.

Sungguh maafmu tiada terkira bahkan saat aku tidak mengucapkan penyesalan, engkau sudah memaafkanku, semoga disisa waktumu akan selalu terukir senyum karena kami, semoga saja...