Makna Kehilangan

Durotul Jauhariah
Karya Durotul Jauhariah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 April 2016
Makna Kehilangan

?Rasa kehilangan akan ada jika kamu pernah merasa memilikinya?.

Rasa memiliki tak selalu berarti menjalin hubungan dengannya. Saat getaran mulai berdentum keras layaknya irama detak jantung dan mengalir wajar seperti tarikan nafas, bibit-bibit harapan akan bermunculan tumbuh hingga tanpa sadar kita merasa telah memilikinya meski dalam angan. Saat tatapan mampu meluluhkan hati, apalagi sentuhan dan suara? Membentuk memori indah yang membuat seseorang terlena. Begitulah rasa memiliki. Saat diri ini merasa pernah memilikinya.

Kehilangan menuntunku untuk kembali kepada-Nya. Memohon ampun atas kealpaan diri telah lupa bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar menjadi milik kita. Apa yang ada dan terjadi pada diriku sepenuhnya adalah atas Kuasa-Nya. Allah berhak untuk mengambil apapun dari kita, baik secara perlahan maupun tiba-tiba.

Naif rasanya jika seseorang tidak merasa sakit karena kehilangan. Setiap tetesan air mata dan raungan lirih menahan sakit mencoba untuk merangkul kenangan itu erat-erat seraya terus berucap, ?Kenapa?!?. Saat seperti ini, waktu menjadi salah satu cara-Nya untuk menyadarkan kita tentang apa yang sedang terjadi sambil mengingatkan pada dosa-dosa yang mungkin tanpa sadar kita maklumi.

Namun, tak ada yang salah dengan merasa, karena selalu ada makna dari apa yang kita rasakan. Terimalah perasaan itu, rasakan apa yang memang sedang dirasakan karena sesungguhnya itu tak selamanya. Sesuatu selalu mempunyai akhir, bahwa sakit akan berganti senang, tangis perlahan menjelma menjadi tawa, dan perpisahan sebetulnya mengantarkan kita pada pertemuan yang baru. Kemudian, seiringnya berjalannya waktu, kita kembali mampu mengembangkan senyum termanis dengan hati yang begitu lapang. Tak ada lagi rasa sesal karena dari sana diriku belajar.

"Terima kasih.".

?

Image: https://id.pinterest.com/pin/396879785889626596/

?
?

  • view 200