MY THOUGHT.

Iswandi Taher
Karya Iswandi Taher Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 Juni 2016
MY THOUGHT.

 

Sayangnya, pada satu sisi kita bermimpi yang terlalu muluk-muluk terhadap Masa Depan Bangsa. Namun pada sisi lain kita justru terjebak di dalam egositas kelompok dan melupakan tentang 'Tujuan Baik' sebuah Planning oleh Pemerintah. 

 

Misalnya tentang Dana Talangan Haji yang kata Bapak Jokowi sebaiknya di investasikan kepada Infrastruktur. 

 

Menurut saya Ide yang di kedepankan oleh Bapak Jokowi dinilai sangat baik dan memiliki Daya Guna yang efektif juga efisien dalam hal penanggulangan dalam kebijakan pemerintah untuk mengambil tawaran asing dalam hal investasi serta upaya pengurangan fluktuasi aktif Hutang Luar Negeri. 

 

Kita sebut saja upaya Malaysia dalam hal 'Menggalang' dana masyarakat untuk tidak tergantung dengan 'Pinjaman Luar Negeri', dimana pemerintahnya menganjurkan setiap masyarakat untuk menanamkan uang mereka di Bank-Bank supaya dana yang terkumpul tersebut bisa di regulasikan untuk pembangunan infrastruktur. 

 

Ini kurang lebih sama dengan upaya Bapak Jokowi dalam hal penggalangan dana dengan upaya 'Meregulasikan' Dana Haji untuk Pembangunan. 

 

Dari sisi untung rugi, saya fikir tidak ada yang akan dirugikan dalam hal ini. Misalnya dana yang dikelola pemerintah tersebut akan tetap bertumbuh dengan sistem 'Bagi Hasil' oleh pemerintah dengan pengembalian dalam jangka Jatuh Tempo(Lima Tahun untuk regulasi haji) yang kemudian justru akan ditanggung dan dikembalikan oleh pemerintah dalam bentuk Biaya Perjalanan Haji. 

 

Maka secara sistem kita akan 'Sambil Menyelam Minum Air'. Biaya Perjalanan Haji tidak terganggu dan Infrastruktur terbangun. 

 

Jika dana haji itu hanya disimpan oleh Bank dalam bentuk Tabungan Haji reguler, maka yang akan diuntungkan hanyalah sefihak. Dalam hal ini adalah Bank sebagai Pengelola Dana Haji yang kemudian mereka regulasikan dalam bentuk usaha permodalan. 

 

Sebenarnya sama saja sih, hanya saja jika Negara mengalokasikan dana dari Bank, maka akan ada Tiga Rantai Sistem. Nasabah, Bank dan kemudian Peminjam. Bisa saja Badan Usaha atau Negara. Artinya ada sisi kerugian dimana Bank sebagai perantara antara Nasabah dan Peminjam yang secara sistem sudah pasti akan menarik keuntungan sebagai bentuk transaksi formal. 

 

Nah, jika pemerintah secara langsung 'Mengelola' Dana Haji tanpa campur tangan Bank, maka secara matematika dasar kita telah memutus 'Tangan Kedua' sebagai perantara. Ini baik dan menguntungkan bagi ke dua belah fihak jika disepakati dengan sistem Pinjam Berjangka dengan memberikan keuntungan dalam bentuk bagi hasil dengan pengelola dana tersebut. Yaitunya Pemerintah dan Pemodal(penabung) dana haji.

  • view 178