persahabatan yang tak terpisahkan.

Karya   Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Januari 2018
persahabatan yang tak terpisahkan.

PERSAHABATAN YANG TAK TERPISAHKAN
Oleh : Maria Yovita Bubu.
Kelas:A/VII
Aku melihat ke arah dua cewek yang sedang jalan-jalan disekitar, lebih tepatnya ke seorang cewek yang sedang tertawa sambil melihat ke arah sahabat barunya yang baru saja dia kenal. Aku jadi teringat waktu kami dulu. Dia adalah sahabatku. Namun semenjak dia kenal teman baru, sifatnya berbeda tidak seperti dulu.
Yang jelas persahabatan kami hancur tak berarti, karena sahabat barunya itu. Padahal dia adalah sahabat pertama bagiku di bangku perkuliahan. Tapi tidak apa-apa aku akan tetap menerima kenyataan dan aku tidak akan pernah melupakan persahabatan kami. Biarpun sekarang dia sudah bukan sahabatku lagi, hanya saja persahabatan kami kemarin memiliki makna yang sangat menyenangkan yang tidak bisa terlupakan.Dengan keegoisan dia, dia mau melupakan juga terserah dia .Karena mungkin teman ataupun sahabat baru dia itu lebih baik dan lebih di diandalkan dari pada aku.
Selama dua bulan lebih dia menjauh dari ku, dan melupakan persahabatan kami. Dia pun selalu happy dengan teman barunya itu, seringan mereka ke Lippo Plaza , ke tamnos,ke stikom, buat foto –foto dan ke tempat - tempat yang biasanya kami berdua jadikan tempat bermain dan makan- makan. Lalu unggah ke FB dan status, dan pasti status mereka akan sama seperti waktu status kami berdua persahabatan yang tak terpisahkan. Itu membuat aku sedih, tapi sesaat saja, jika kalau aku matikan FB ku, pasti semuanya akan terlupakan.
Biarpun dia sudah melupakan dan sudah tidak menganggap aku lagi sebagai sahabatnya, aku tidak akan pernah marah dan aku tidak akan pernah melupakan dia dan arti persahabatan kami ini. Andaikata dia tahu aku disini masih sangat berharap supaya hubungan persahabatan kami kembali seperti dulu, dia pasti akan berharap yang sama, apalagi kalau dia ingat kebaikan dan seluruh pengorbanan aku selama aku jadi sahabatnya.
Di kala aku sendiri, aku teringat sekali dengan saat-saat kebersamaan kami di kos, di kampus, dan dimana saja, mataku memanas ketika mengingat semua kenangan itu. Pandanganku kabur akibat air mata yang mengalir di mataku. Aku sedih dan bertanya-tanya dalam hati,“ Kenapa sih masih ada saja mahasiswa yang tidak mengerti dan paham akan arti persahabatan ?” Tapi sebelum pertanyaanku, terjawab olehku sendiri, dia sudah berdiri di depan pintu kos, dan dengan malu-malu, dia memannggilku

Inn,,,
Aku angkat kepala dan memandang ke arahnya Dia datang. Apa semalam dia mimpi ? Dengan langkah yang kaku dia masuk ke kamarku tanpa aku persilahkan. Dia duduk di sampingku, dengan bibir gemetar dia meminta maaf.
“Inn maaf ew selama ini sudah beta khianati lu dan persahabatan katong, selama ini beta berpaling dari lu dan persahabatan katong, bukan karena lu salah atau apa, tapi karena teman baru itu, buat beta lebih pilih dia, dan percaya dia makanya katong dua jadi ke begini, dan beta pikir dia lebih bae tapi malah sebaliknya, setelah sahabatnya pindah kesini dia bahkan sonde peduli beta lai, dia malah ceritakan beta yang parah-parah ke dia pu sahabat tu.Beta talalu manyasal ew.”
Aku pun tidak menanggapi omongannya itu, lalu dia mengulangi lagi kata maaf, tapi tetap aja aku tidak peduli, karena aku sangat kecewa. Karena tidak ada salah di antara persahabatan kami, tapi dia malah merusak persahabatan kami hanya karena teman yang baru dia kenal sejam. Hampir setengah jam kami diam membisu dalam kamar kosku, lalu dia mendekati dan peluk aku, dan dibalik pelukannya terdengar suara isak tangis yang terasa sangat memeilukan, tapi aku masih tetap aja tidak merespon ,dan dengan terpaksa aku bilang,
“Kenapa lu menangis?? Bukannya lu senang dengan sahabat baru lu tu??
“Inn, lu son bisa maafkan beta kow?” tanyanya.
Aku hanya diam, dan memandangi dia yang masih saja menangis di depanku. Aku bangun dan ingin keluar dari kamar, tapi dengan gerakan yang cepat dia tarik aku dari belakang.
“Inn, lu su sonde bisa maafkan beta kow?? Sudah sonde apa-apa, karena mungkin ini satu hukuman buat beta.” Ucapnya.
Aku bingung, tapi aku kasian dia, namun aku tetap aja tidak mau memafkan dia. Terus aku bilang ke dia,
“Teman, beta su maafkan lu sebelum lu minta maaf, dan beta sonde marah lu, hanya sa beta talalu kecewa, tapi itu sonde menjadi soal, karena setelah ini beta pasti, akan dapat sahabat baru dan mungkin ju akan lebih bae dari pada lu. Beta lihat lu ke su banyak berubah son ke dulu lai, begitu mudahnya lu lupakan katong pu persahabatan begitu sa, asal lu tau ew, beta sa sulit buat lupakan arti persahabatan katong ni . Tapi dengan lu merusak persahabata ini, beta jadi sadar ternyata selama ni lu sonde anggap beta ni lu pu sahabat, tapi teman sesaat lu di saat lu kesusahan.Beta doakan semoga setelah ini lu sadar,lu sonde sia-siakan lagi seorang sahabat yang begitu baik dan begitu pengertian deng lu, dan mudah-mudahkan lu temukan sahabat yang lebe bae lai.” Kataku.
Lalu dia bangun dan mungkin saja mau keluar dari kamarku, tapi ternyata tidak, dia pindah duduk dengan masih saja nangis.
Setelah itu kami hanya duduk diam tanpa ada satupun yang berbicara.
“Tolong maafkan beta su , beta memang salah tapi semuanya sudah terlanjur, sekarang hanya kata maaf sa yang bisa memeperbaiki kembali semuanya,” akhirnya ia angkat bicara.
Aku hanya diam, aku tetap aja tidak ingin memaafkan dia.
“Beta minta maaf ew , kalo selama ini beta sonde jadi sahabat yang baik untuk lu, dan terimakasih sudah menjadi sahabat beta selama ini. Ju dengan lu berpaling dari beta sebagai sahabat, beta jadi mengarti dan tau orang yang karmana dulu, yang harus beta jadikan sahabat nanti.”
Dia hanya diam dan akupun diam, karena aku sudah ungkap semua rasa kecewaku yang selama ini aku pendam dalam hati. Tapi dengan rasa yang begitu sedih dia mendekati aku lagi, kali ini dia tidak memelukku, dia menangis di depanku sambil menngenggam erat tanganku. Aku jadi kasian padanya tapi aku ingat kembali kata ibuku waktu aku masih SD.Katanya, jangan lah menaruh belas kasihan pada seseorang, namun berlakulah adil sebab rasa kasihan hanya dicurahkan pada para pelaku kejahatan , yang bersalah, sedangkan keadilan adalah satu-satunya yang dikehendaki oleh manusia yang tak berdosa. Tapi aku pikir –pikir, dia kan bersalah jadi biarin aja jangan maafkan dia. Namun dia terus dan terus meminta maaf, akhirnya aku jadi mau memaafkan dia , tapi aku belum mengiyakan kalau aku sudah maafkan dia.
“Inni, beta tau, lu talalu kecewa dan marah beta, tapi beta harus karmana lai ?? beta memang su buat kesalahan yang talalu besar, tapi beta sadar sekarang, tolong maafkan beta su.”

Aku masih saja diam dan diam bagaikan patung hidup.
“ Oke dech beta maafkan lu, tapi jujur ew,beta masih talalu kecewa deng lu ni, we lu tau kow sonde di mata orang, katong dua ni bukan saja sahabatan, tapi orang omong bilang katong dua ni bagaikan dua saudara yang terlahir dari satu rahim seorang ibu karena katong pu keakraban,” ucapku.
“Iya, beta tau itu Iaa makanya beta jadi sadar sekarang., lu su maafkan beta tow.???
Aku sudah tidak tega lagi lihat kesedihannya,akhirnya aku mau maafkan dia.
“ Hmm.. beta su maafkan lu sa, jadi lu barenti menganis su.”
Di saat aku bilang, aku maafin dia, dia malah tambah menangis dan tangisnya semakin, memilukan,jadi akupun turut sedih lalu aku memeluk dia.
“Betul,lu su maafkan beta?” tanyanya mencoba meyakinkan diri.
“Iaa beta su maafkan lu sa,” jawabku.
“jadi katong dua kembali seperti dulu kow?”
“hmmmmmm.....”
Ternyata sahabat akan tetap menjadi sahabat selamanya, tidak ada yang namanya mantan sahabat .Dan kalau kita sudah memiliki sahabat yang baik dan sangat pengertian maka jangan kita khianati ataupun berpaling dari dia, karena akan sulit kita temukan kembali sahabat yang baik seperti sahabat lama kita, yang begitu baik dan penuh pengertian.

  • view 127