Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Ekonomi 13 Juni 2018   17:10 WIB
Joko Widodo Berhasil Atasi Stigma Mudik Selalu Macet

Stigma ‘mudik selalu macet’ kini terbukti teratasi. Terpantau arus mudik berjalan dengan lancar. Para pemudik bahagia. Baru kali ini suasana yang biasanya macet kini dapat teratasi. Tak ada keluhan lagi.

Semua mata tak dapat melihat tentang siapa sosok yang patut memperoleh penghargaan atas arus mudik lancar ini. Tak lain adalah presiden kita: Joko Widodo.

Presiden RI ini tak sia-sia dengan jerih payahnya menggalakkan pembangunan infrastruktur jalan seperti tol-tol baru. Justru itulah yang membuat mudik tahun ini menjadi lancar.

Pengamat transportasi, Darmaningtyas, misalnya, menilai bahwa lancarnya mudik ini berkat strategi Presiden Jokowi beserta jajarannya dalam mengatasi kemacetan arus mudik lebaran 2018. Keberhasilan ini telah menghapus stigma bahwa mudik selalu macet.

Menurut sang pengamat, ada beberapa strategi pemerintah yang berhasil dalam mengurai kemacetan mudik lebaran ini. Di antaranya: adanya perbaikan infrastruktur jalan, masifnya penyampaian informasi kepada masyarakat dan pembagian jalur mudik.

Yang mengagumkan pula dari strategi Joko Widodo adalah keputusannya untuk membikin cuti panjang. Pemerintah menambah lagi tiga hari cuti bersama Lebaran: tanggal 11,12 dan 20 Juni 2018. Sehingga total cuti bersama Lebaran menjadi tujuh hari. Total liburan terhitung dari 11 hingga 20 Juni 2018 yakni 10 hari liburan.

Dengan ketersediaan libur panjang, pemerintah memungkinkan para pemudik untuk memilih waktunya sesuai kebutuhan mereka. Dengan kata lain, jadwal mudik mereka tidak menumpuk pada H-3, H-2 dan H-1 melainkan terbagi dengan baik pada beberapa hari sebelum itu. Ini strategi jitu.

Darmaningtyas memperkirakan bahwa maksimal para ASN atau PNS dan karyawan swasta lainnya akan tetap di Jakarta hingga Selasa (12/6) atau H-3. Jadi tanggal 13 dan 14 Juni (H-2 dan H-1) arus mudik akan lebih lancar. Sebab hampir separoh penghuni Jakarta telah pulang ke kampung halaman.

Boleh jadi pada 13-14 Juni masih akan tetap ada arus mudik besar. Tetapi dengan melihat data bahwa sudah ada lima juta orang yang keluar dari Jakarta, itu artinya sudah separoh jalanan di Jakarta sudah keluar. Ditambah pula hari ini, jadi tambah sedikit saat ini yang tinggal di Jakarta.

Apresiasi atas Joko Widodo juga datang Direktur Institute Tranportasi, Milatia Kusuma‎ menilai. Dia menilai beberapa program infrastruktur pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) cukup sukses mengurangi kemacetan pada musim mudik tahun ini. Hal lain yang juga menunjang menurutnya adalah program perpanjangan libur lebaran.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah, juga terlihat dengan banyaknya spanduk-spanduk pujian terhadap Joko Widodo. Salah satu spanduk berisi ucapan: “Mudik Lebaran Lancar Berkat Pak Jokowi”.

Karya :