Hati-hati! Narkoba Menyasar Sekolah

Reni Marlinawati
Karya Reni Marlinawati Kategori Kesehatan
dipublikasikan 23 Oktober 2017
Hati-hati!  Narkoba Menyasar Sekolah

 

Hati-hati!

Narkoba Menyasar Sekolah

 Dr. Hj Reni Marlinawati

Ketua Poksi Pendidikan Komisi X DPR RI/Ketua Fraksi PPP

        Peredaran narkoba di sekolah-sekolah kini makin marak. Para pengedar narkoba menjadikan anak-anak sebagai sasaran. Modusnya berbagai macam. Ada yang membujuk anak-anak dengan iming-iming hadiah agar mencoba narkoba; memaksa anak-anak untuk mencoba narkoba; bahkan ada yang mengancam anak-anak agar mengonsumsi narkoba. Jika tidak mau, anak-anak itu terancam keselamatannya. Mengerikan sekali.

 "Peredaran narkoba yang mengancam anak-anak cukup besar. Narkobanya berasal dari  Tiongkok dan Thailand. Bentuknya seperti permen dan menarik mata Anak-anak," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)  Budi Waseso di Kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, belum lama ini. Narkoba dalam bentuk permen tersebut memang untuk menyiasati target kalangan anak.

 Jaringan tersebut menyasar bocah yang masih duduk  di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Mereka jadi target pasar yang baru setelah pasar yang lama – orang-orang tua – banyak yang mati dan tidak berdaya. Bila menghadapi kasus seperti ini, kata Budi Waseso, orang tua atau guru harus waspada dan segera melaporkan ke polisi.

 “Yang jadi masalah anak-anak  korban mafia narkoba ini menjadi pendiam atau nakal. Mereka menutup komunikasi dengan orang tuanya dan juga sekolah,” kata Dr. Nyoto Santoso, dosen IPB. Kondisi tersebut jelas sangat berbahaya, kata Nyoto.  Makanya orang tua harus pandai-pandai membujuk agar anaknya mau terbuka. Misal, siapa yang membujuk untuk mengonsumsi narkoba; siapa yang berjualan narkoba; dan siapa yang menjadi agen narkoba di sekolah. Bila orang tua yang anaknya jadi ‘korban’ bisa membujuk anaknya agar memberi informasi tersebut, maka akan sangat besar manfaatnya untuk kepolisian.

 Saat ini, pengedar narkoba mencari sasaran tanpa pandang bulu. Semua orang bisa menjadi sasarannya, mulai orang tua, dewasa, pemuda, remaja, anak-anak, bahkan balita. Juga pejabat tinggi sampai office boy menjadi sasaran.  Ini jelas sangat berbahaya. Tanpa kerjasama antara aparat dan masyarakat, peredaran narkoba sulit dipatahkan.

 Siapa pun tahu narkoba merusak dan berbahaya. Pemakainya menjadi orang tidak produktif, lalu  sakit fisik dan psikis. Efek samping lain yang juga mengerikan -- melakukan perampokan, pencurian, pelacuran dan kejahatan lainnya. Kejahatan-kejahatan tersebut dilakukan untuk mendapatkan uang guna membeli narkoba. Mereka sudah kecanduan dan orang kecanduan akan memenuhi hasrat kecanduannya dengan jalan apapun.

 Itulah sebabnya pemerintah dan masyarakat harus  benar-benar serius memerangi mafia dan pengedar narkoba. Apabila mafia narkoba tidak diperangi dengan serius, maka korbanya anak-anak penerus generasi bangsa.  Jika kondisi tersebut  melanda negara kita tercinta, Indonesia, maka bangsa kita akan kehilangan satu generasi penerus masa depan. Berbahaya sekali.

  • view 128