Dea[R]

Retno Amalia
Karya Retno Amalia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Februari 2016
Dea[R]

Aku tak? mengerti dengan denyut jantung ini, detaknya akan berbeda saat bayangannya memenuhi seluruh pikiranku.
Aku tak melihatmu, aku tak mendengar suaramu, kabarmu pun, aku tak tahu.
Tapi, ijinkan aku menceritakan kisah cintaku padamu..

?

Dea[R[..
Dulu, aku tak sengaja bertemu denganmu, tiba-tiba saja kau muncul dengan bola di kakimu. Sepertinya kau sangat menikmati permainanmu itu. Kebetulan sekali, aku sedang bersama temanmu. Aku melihatmu tersenyum. Beruntung bukan ?

Tunggu sebentar.. mengingat masa-masa itu, membuat diriku jadi tersenyum malu.

Setelah pertemuanku bersamamu waktu itu, mungkin lebih tepatnya, saat aku melihatmu. Aku nyatakan bahwa, aku akan mencintaimu. Terlalu cepat bukan ?

Perlu kau tahu, sebelumnya aku sering melihatmu. Untuk pertama kalinya aku melihatmu, biasa saja. Keduanya, masih biasa saja. Entah pada hitungan ke berapa, mungkin otakku mulai merekam wajahmu lebih kuat dari biasanya.

Aku tak berani menyatakan kapan aku mulai menyukaimu, karena cerita perjumpaanku denganmu itu, sudah sangat lama terjadi, aku lupa. Maafkan aku..

Tapi setelah aku melihatmu tersenyum, meski bukan untukku, saat itu juga, aku nyatakan pada diriku sendiri dengan jelas, bahwa kamu adalah bayangan samar yang terekam dalam memoriku selama ini. Saat itu, jantungku mulai berdetak lebih dahsyat dari biasanya.
Jika bukan cinta, maka apalagi ?

Aku bingung menuliskan cerita cintaku padamu. Aku tak pandai menuangkan isi pikiranku dengan tulisan. Aku takut, tulisanku ini tak sampai pada makna sebenarnya. Tapi biarlah, aku hanya ingin bercerita pada halaman ini, bahwa aku sedang jatuh cinta pada dirimu.

Kopiku mulai dingin. Playlistku akan segera habis. Tapi cerita cintaku masih panjang.

Setelah aku melihatmu, aku mulai terburu-buru ingin segera sampai asramaku. Oh iya, aku lupa, kisah cintaku ini terjadi saat aku mondok di salah satu pondok pesantren. Suasana pondokku ?ayu tenan?, ?itu menurutku. Suasana pondokku, menanamkan perasaan mendalam bagi setiap penghuninya. Ada banyak perasaan di tempat itu, tapi menurutku, ?ayu tenan? cukup mewakili perasaanku.

Baiklah, kita kembali pada cerita cintaku.

Saat aku melihatmu tersenyum saat itu, aku buru-buru pergi ke asrama. Kau tahu ? Aku dengan semangat menceritakan pertemuanku itu pada temanmu. Aku bilang padanya, kira-kira seperti ini, ?teh, aku ketemu sama orang yang selama ini aku penasaran banget dia itu siapa. Eh ternyata, itu teh temen teteh?.

Temanmu itu penasaran, ingin tahu siapa orang yang aku maksud, tanpa basa-basi, aku sebutkan saja namamu, ?namanya teh a R...kan?? Rasa penasaranku terjawab sudah saat temanmu mengatakan ?iya?. Perlu kau tahu, sulit bagiku untuk berhenti tersenyum saat itu. Kau tahu? Aku sangat bahagia.

Aku pernah mendengar pepatah, ?jangan terlalu senang dulu, biasanya, kesedihan selalu datang tak terduga?. Kau tahu? Itu memang betul terjadi padaku. Temanmu itu menceritakan padaku, bahwa banyak orang menyukaimu. Bahkan kau sedang dijodoh-jodohkan dengan salah satu temanmu. Aku kenal siapa perempuan itu. Saat itu aku hanya diam, aku terus berkata pada diriku sendiri, ini sungguh ?tragis?. Bagaimana tidak, perempuan itu jelas lebih baik daripada diriku. Dukungan pun penuh. Aku siapa ?

Saat itu, aku patah hati. Aku memutuskan untuk, ?aku lupakan saja dirimu?.

Aku jadi ingat pada salah satu lirik lagu, ?Cinta tak mungkin berhenti, secepat saat aku jatuh hati?.. Aku hanya tertawa, tak habis pikir, kenapa aku harus jatuh cinta padamu.

Waktu sudah menunjukan pukul 00:45. Ceritanya belum selesei, tapi nanti akan aku ceritakan kembali. Sebelum aku habiskan kopiku dan menutup layar laptopku, aku berdoa dalam hati, ?semoga kau membaca tulisanku ini. Amiin?.. [Bandung,? 06/02/16]

?

?

?

?