Pancasila : Suaraku, Suaramu, dan Suara Bangsaku

1000 Esai
Karya 1000 Esai Kategori Lainnya
dipublikasikan 21 November 2017
Pancasila : Suaraku, Suaramu, dan Suara Bangsaku

“Tuhan tidak merubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya sendiri,” kata Presiden pertama Indonesia, Soekarno sebelum beliau membacakan Pancansila untuk pertama kalinya. Perubahan nasib yang disebutkan beliau sekarang sudah dicapai karena adanya Pancasila. Pancasila adalah tonggak Negara Indonesia. Artinya, tanpa Pancasila, Indonesia tidak bisa bersatu. Tentu Anda sering mendengar sila-sila Pancasila. Tetapi, mungkinkah Anda tidak memahami artinya?

            “Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa!” Begitulah bunyi sila pertama Pancasila. Agama tentunya adalah bagian penting bagi Bangsa Indonesia. Banyak budaya bangsa ini berasal dari agama yang beragam. Menurutku, agama adalah sebuah tenaga yang mendorong kita menuju jalan kebaikan. Tetapi, akhir-akhir ini terjadi banyak perselisihan antar agama yang disebabkan oleh kesalahpahaman. Dari pandanganku, agama adalah sebuah warisan dari orangtua, untuk menjadi pedoman hidup agar kita bisa menjadi orang yang santun dan memiliki budi pekerti. Tentunya setiap agama dan budaya akan berbeda-beda. Mengapa kita harus menciptakan perpecahan jika kita bisa menciptakan persatuan?. Di sekolahku, di kelas hanya saya yang beragama Hindu, walaupun begitu, tetap dibuatkan kelas khusus untuk belajar agama yang saya anut. Contoh ini membuktikan bahwa walaupun agama kita berbeda, tapi mendapatkan perlakuan yang sama sebagai manusia.

            “Dua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab!” Itulah sila ke-2 Pancasila. Maksud dari sila itu adalah kita harus bertingkah laku dengan baik sesama manusia, dan tidak boleh bersikap sombong atau tidak sopan. Sebagai seorang pelajar, saya sering bertemu banyak teman baru, walaupun itu teman terdekatku atau orang yang baru dikenal, saya harus tetap berperilaku baik dan adil, seperti itu juga seharusnya orang lain. Dengan begitu, tidak akan terjadi perpecahan atau konflik. Tidak akan ada konflik verbal atau fisik, sehingga semua orang bisa hidup damai.

            “Tiga, Persatuan Indonesia!” bunyi sila ke-3. Saya sering sekali mendengar kata persatuan, namun hanya akhir-akhir ini saya baru tahu maksud sebenarnya. Bersatu bukan berarti memiliki sifat yang sama, budaya yang sama, ataupun berasal dari latar yang sama. Bersatu berarti walaupun kita memiliki perbedaan budaya, agama, adat istiadat tetapi kita harus saling menghormati, menjaga toleransi sehingga perbedaan ini justru membuat kita jadi utuh dan lebih kuat, saling mengisi untuk pembangunan bangsa.

            “Empat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan!” Itulah sila ke-4 Pancasila. Indonesia adalah sebuah negara demokrasi, dalam arti pemerintahan Bangsa Indonesia adalah oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Sebagai rakyat, kita tetap bisa menerapkan sila ini walaupun kita bukan pemimpin. Misalnya, jika ada yang berbeda pendapat, sebaiknya lakukanlah musyawarah. Saya sering berbeda pendapat dengan teman di kelas, apalagi ketika saya sedang bekerja sebagai kelompok. Solusinya adalah dengan membuat musyawarah sehingga adil. Kita dengarkan semua aspirasi teman – teman sehingga semua bahagia, namun tetap harus ada yang berkorban untuk kepentingan bersama.

            “Lima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia!” Itulah sila terakhir Pancasila. Sila ini berarti mewujudkan kemajuan yang adil dan merata. Contoh masalah yang populer akhir-akhir ini adalah Presiden Joko Widodo menurunkan harga bensin di Papua sehingga sama dengan harga bensin di daerah lain. Jadi, walaupun kita berasal dari daerah yang berbeda, seharusnya kita dapat perlakuan yang adil dan kesejahteraan yang merata.

            Pancasila adalah sebuah ideologi tentang persatuan. Namun, banyak orang yang ingin mengganti ideologi bangsa ini. Terbukti dari banyaknya hoax di social media yang memberi kesalahpahaman antar golongan sehingga terjadi perpecahan. Selain itu, faktanya pemerintah membubarkan salah satu organisasi masa karena dianggap tujuannya yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.

            Jadi apa itu Pancasila? Pancasila itu lebih dari sekedar peraturan. Pancasila adalah suara jutaan pendiri negara Indonesia yang diatur menjadi ideologi atau dasar negara. Pancasila adalah suaraku, suaramu, dan suara Bangsa Indonesia. Karena itulah kita, sebagai penerus bangsa, harus terus menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, “Keberagamanlah yang memunculkan keindahan dan menjadi kekayaan tak ternilai bangsa besar kita, Indonesia. Pancasila sudah sepatutnya kita jaga. Kita Indonesia, kita Pancasila!”


======
Penulis: Lidya Anindita
Sekolah Cita Buana

Note:
Esai terbaik kategori pelajar.

  • view 32