Berteriak untuk Garuda

1000 Esai
Karya 1000 Esai Kategori Lainnya
dipublikasikan 13 November 2017
Berteriak untuk Garuda

         Garuda adalah burung yang gagah dan dapat terbang dengan tinggi serta memiliki penglihatan yang tajam, burung ini juga merupakan symbol kekuatan. Untuk Indonesia, Garuda adalah Pancasila. Untuk kami, Pancasila itu harga mati, karena dengan Pancasila, pahlawan-pahlawan kita membangun bangsa ini, warna emas pada lambang negara kita yaitu burung Garuda, melambangkan kemegahan atau kejayaan. Oleh karena itu, dengan dijadikannya burung Garuda, perisai Pancasila, dan pita putih bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” ini sebagai lambang kita supaya Indonesia dapat menjadi bangsa yang kuat, yang tak dapat diprovokasi oleh pihak manapun, dan menjadi bangsa yang tetap bersatu diantara beribu-ribu keberagaman. Indonesia berjalan di atas 5 tiang yang kokoh sebagai ideologi bangsa. Sebagai masyarakat, kita tak bisa tinggal diam ketika Garuda kita dirusak oleh pihak-pihak egois yang ingin menang sendiri. Seharusnya hati nurani kita mendengar teriakan Garuda yang tersiksa, akan tetapi kita tidak perduli lagi, karena zaman berubah dan masyarakat pun mengganut individualisme yang tinggi, namun tak dipungkiri juga, masih banyak masyarakat yang hidup gotong royong, saling membantu, dan saling melengkapi.

         Bersama-sama selamatkan Pancasila kita agar kembali kepada fungsi awalnya ketika dibentuk. Pancasila tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, ia membutuhkan kita sebagai rakyatnya, karena ia percaya kita ada di Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa dimana ia berpijak. Kita harus bertindak, karena negara Pancasila ini sudah berjalan di luar poros, dan satu-satunya harapan bangsa ini adalah kita, masyarakat yang bermoral tinggi dan mencintai tanah airnya.

         Ketika ada Pancasila, di situ berarti ada toleransi. Ketika ada Pancasila, di situ berarti ada kasih dan kesetaraan hak. Ketika ada Pancasila, di situ berarti ada persatuan dan perdamaian. Ketika ada pancasila, di situ berarti ada pemimpin yang bijaksana dan mufakat. Ketika ada pancasila sisitu berarti ada keadilan. Namun, realita yang terjadi sekarang jauh dari semua itu. Saat ini, Pancasila hanya menjadi sebuah teks yang wajib dibaca setiap upacara bendera. Saat ini, Garuda hanya menjadi pajangan di ruangan yang diapit oleh Presiden dan Wakil Presiden. Hanya sebatas itu! Oleh sebab agama, intoleransi terjadi. Oleh sebab jabatan, kelicikan terjadi. Oleh sebab perbedaan, perpecahan terjadi. Oleh sebab pemimpin yang kurang bijaksana, demo yang anarkis terjadi. Oleh sebab ketidakadilan, pemberontakan terjadi.

         Kalau engkau belum bisa mencintai Indonesia dengan segenap hati, jiwa, dan ragamu, maka tak usah mengaku dan bersumpah bahwa engkau siap berjuang untuk bangsa ini sampai titik darah penghabisan. Kalau Pancasila saja tak bisa engkau patrikan dalam dadamu, maka tak usah belagak angkat senjata dan melindungi bangsa ini. Orang yang mampu menanamkan serta menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya adalah prajurit sejati. Karena prajurit tidak harus mati atau terluka untuk negara. Namun, jika Anda memang terpanggil untuk membela negara ini dengan maju di medan perang, maka buatlah Pancasila ada disetiap aliran darahmu yang merah dan terukir disetiap tulangmu yang putih. Kita berjuang untuk memulihkan Garuda, kita berjuang untuk menggembalikan Pancasila yang sesungguhnya. Kita ada untuk merah putih. Kita ada, berteriak untuk Garuda.

 

======
Penulis: ANASTASYA EUNIKE WA WOLANGI
Sekolah Dian Harapan Manado

Note:
Esai terbaik kategori pelajar.

  • view 13