Toleransi

1000 Esai
Karya 1000 Esai Kategori Lainnya
dipublikasikan 03 November 2017
Toleransi

Indonesia merupakan Negara yang memiliki keberagaman baik suku, bahasa dan adat istiadat. Di dalam perbedaan itulah dibutuhkan toleransi yang bisa menimbulkan rasa “menghargai” sesama ciptaan Tuhan. Toleransi merupakan suatu rasa dimana perasaan dan perbuatan bisa menciptakan rasa menghargai di dalam kehidupan yang beragam. Tidak hanya melihat, tetapi toleransi membutuhkan tindakan yang real di dalam beragama, bersuku dan berbahasa tanpa terkecuali.

Saya adalah anak Indonesia yang cinta toleransi. Akan tetapi kecintaan saya itu menimbulkan rasa yang sedih. Indonesia yang penuh keragaman, menimbulkan percecokan bagi masyarakat yang ada di dalamnya, keberagaman menimbulkan pertengkaran bagi umat beragama. Mengapa demikian? Aku anak Indonesia yang cinta toleransi dan keberagaman.

Memori mengingatkanku pada zaman dahulu dimana rasa toleransi yang ada di Indonesia sangat tinggi. Tetapi jika dibandingkan dengan zaman sekarang ini, toleransi malah berkurang dan jauh dari pangkalan. Indonesia yang sekarang ini tidak lagi menjunjung tinggi nilai toleransi dan hampir tidak mengenal lagi apa itu toleransi. Padahal toleransi merupakan sikap yang baik dan dalam melakukan toleransi itu, kita tidak harus terbebani. Cara agar orang mau bertoleransi pada kita dengan cara mennunjukkan sikap yang tolerin, karena Indonesia adalah Negeri dimana toleransi berada paling besar. Bayangkan saja dalam memperjuangkan kemerdekaan, Indonesia bukan hanya satu atau dua agama saja, melainkan enam agama yang turut ikut campur dalam perperangan untuk memperjuangkan keadilan dan kesatuan. Bukti bahwa Indonesia adalah Negara toleransi ialah dengan diubahnya Piagam Jakarta yang berbunnyi “kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi para pemeluknya.

Rasa toleransi juga berkurang di dalam jiwa anak Indonesia. Ketika suatu kumpulan anak bersekolah di sekolah yang di dalamnya banyak anak yang mayoritas, pasti anak yang minoritas mendapatkan ejekan karena perbedaan ras, suku, agama maupun perbedaan kulit. Padahal sebagai anak Indonesia seharusnya mereka mencintai toleransi yang ada di Indonesia. Jika Negeriku kaya akan keberagaman, seharusnya guru, orang tua dan orang dewasa di sekitar bisa memberikan contoh bagai mana melakukan toleransi. Toleransi bukan harus diajarkan dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan kita saja anak pasti sudah akan mengerti bahwa yang namannya menghargai orang itu sebagian dari toleransi. Aku cinta toleransi, anak kecil saja sudah tidak memiliki rasa toleransi, sehingga menimbulkan perselisihan, pertengkaran dan ejekan. Semestinnya guru di sekolah mengajarkan bahwa betapa pentingnya toleransi, karna toleransi merupakan rasa menghargai perbedaan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak sejak dini.

Rasa toleransi yang dulu mengajarkan banyak hal sehingga sekarang ini, saya hidup bertoleransi terhadap orang-orang di sekitar saya. Saya hidup di tengah-tengah keberagamn suku, budaya, ras warna kulit, agama dan bahasa, tidak hannya keberagaman primer saja tapi sekunder yaitu keberagam Negara.

Saya besar dan hidup di PCK (Pondok Cerdas Katalonia), yang mengajarkanku arti toleransi itu. PCK sekarang ini sedang kedatangan tamu dari Africa-Eritrea, mereka memiliki agama Kristen Ortodox. Awalnya saya tidak mau menerima kehadiran mereka di PCK yang juga rumah tempat saya tinggal. Tetapi karena adanya jiwa toleransi di dalam hidup saya, maka saya bisa menerima mereka dengan baik di PCK. Agar saling memahami, toleransilah yang dibutuhkan, ibarat seorang koki yang ingin memasak makanan terbaiknya dibutuhkan bumbu dan kerjasama yang baik. Begitu juga hidup bertoleransi dengan sesama, dibutuhkan sikap yang menghargai dan kemauan dari setiap diri manusia, supaya terhindar dari perselisihan.

Indonesia dulunnya adalah negara yag menganut toleransi yang tinggi hingga terciptannya kata “Bhineka Tunggal Ika” yang artinnya berbeda beda tetapi tetap satu jua. Kita seharusnya bisa salingh bahu-membahu dan tolong-menolong antar umat beragama, agar Indonesia terhindar dari perpecahan yang dapat mengilangkan nama baik Indonesia. Dan jika Indonesia sudah kehilangan nama baiknya, dimanakah orang Indonesia akan menaruh mukannya karena harus menanggung rasa malu atas apa yang terjadi di Negarannya.

Oleh karena itu kita harus menjaga agar perdamaian tetap ada di Indonesia kita yang tercinta dan yang kita sayangi. Bayangkan saja jika ibu pertiwi mengetahui bahwa di Indonesia sedang mengalami perselisihan, yang disebabkan tidak ada toleransi. Tentu kita tidak mau hal itu terjadi bukan?. Mari kita menjaga nama baik Indonesia kita dan toleransi di Inadonesia ini agar jangan sampai hilang dari Indonesia. Apabila suatu Negara tidak memiliki rasa toleransi, bagaimana mungkin Negeri tersebut dapat berdiri sebagai Negara yang tegas dan kuat. Negara bisa berdiri tegak dan kuat bila ada toleransi di dalam setiap diri kita dan di dalam diri semua orang. Apabila Indonesia terhindar dari perpecahan, maka kita harus memiliki jiwa toleransi di dalam diri kita masing-masing, sebagai pegangan hidup dan kunci kesukseskan kita. Seperti Negara-negara yang berkembang dapat berdiri kuat dan tidak terdapat bannyak perselisihan di dalam pemerintahannya. Pemerintahan mereka bersih tanpa korupsi dan menganut toleransi yang tinggi, itulah kenapa mereka jarang memiliki masalah tentang perselisihan agama, perbedaan suku, kulit dan yang lainnya. Indonesia dapat berdiri teguh dan kokoh bila disokong oleh pemimpin yang jujur dan ditambah dengan toleransi. Aku anak Indonesia, aku cinta toleransi. Mari kita anak Indonesia menumbuhkan rasa toleransi di dalam diri kita. Kita mulai dari diri kita sendiri, supaya Negara kita ini menjadi Negara yang makmur dan menjungjung tinggi nilai Pancasila.

======
Penulis: Imanuel Sandi Hamonangan
Sekolah: SMPN 8 Jakarta Pusat

Note:
Esai terbaik kategori pelajar.

  • view 25