PERPECAHAN KE – BHINEKA – AN

PERPECAHAN KE – BHINEKA – AN

1000 Esai
Karya 1000 Esai Kategori Sejarah
dipublikasikan 01 November 2017
PERPECAHAN KE – BHINEKA – AN

Indonesia memiliki beragam suku bangsa, agama, budaya, ras, kepercayaan, bahasa, dan masih banyak lagi. Untuk itu, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan negara ini agar tercipta negara yang damai, tidak ada peperangan, dan juga menjadi negara yang kokoh. Kita juga harus memiliki sikap toleransi antar sesama, sehingga tidak terjadi perpecahan. Untuk menghindari perpecahan tersebut, kita juga harus menjalankan nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila dalam kehidupan sehari – hari.

Perpecahan di Indonesia sering terjadi. Perpecahan itu dapat disebabkan karena berbagai macam alasan. Seperti yang dapat kita lihat pada tahun 1965, tepatnya pada tanggal 30 Sepember 1965. Perpecahan pada tahun tersebut terjadi karena indonesia menolak menggunakan ideologi komunis, dan lebih memilih ideologi pancasila karena bersifat lebih mulia. Maka PKI melakukan pemberontakan dengan tujuan menggantikan ideologi pancasila dengan ideologi komunis. Pemberontakan itu dikenal dengan G 30 S/PKI.

Pemberontakan tersebut berdampak cukup besar bagi Pemerintahan Indonesia, Ir. Soekarno kehilangan wibawanya di mata masyarakat, kondisi politik Indonesia yang semakin tidak stabil, pemerintah belum bias mengambil keputusan untuk dapat membubarkan PKI yang kemudian menimbulkan kemarahan masyarakat, dan menimbulkan aksi demonstrasi yang dilakukan secara besar – besaran yang dilakukan oleh masyarakat dan juga mahasiswa.

 

Peristiwa pemberontakan besar yang pernah terjadi di Indonesia selain peristiwa G 30 S/ PKI adalah pemberontakan yang terjadi pada tahun 1998, tepatnya pada 12 Mei 1998. Peristiwa tersebut terjadi karena para mahasiswa melakukan demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Peristiwa ini bisa dibilang peristiwa pemberontakan yang sangat tragis. Peristiwa ini mengakibatkan perekonomian Indonesia yang menjadi porak poranda, tewasnya beberapa mahasiswa akibat aksi penembakan yang dilakukan oleh pihak militer, banyak korban tak bersalah yang berjatuhan, banyak fasilitas – fasilitas di negara Indonesia yang rusak, dan rasa kehilangan yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

Kita dapat melihat bahwa besar sekali dampak perpecahan yang terjadi dalam Indonesia. Untuk itu kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menanamkan sikap toleransi antar sesama, dan melaksanakan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kita juga tidak boleh lupa bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar dan beragam. Salah satu semboyan yang diambil dari kitab sutasoma karangan Mpu Tantular yang berbunyi Bhineka Tunggal Ika, yang berarti berbeda – beda tetapi tetap satu tujuan juga sering menjadi pedoman rakyat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Hal – hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah tidak membeda – bedakan sesama, tetapi bekerja bersama untuk mencapai kepentingan bersama, tidak menganggap kelompok sendiri lebih tinggi diantara yang lain, hiudp rukun dengan semangat kekeluargaan, patuh dan taat terhadap tata tertib yang berlaku, saling membantu dan menunjukan sikap toleransi antar sesama.

Dengan begitu, kita dapat meraih perdamaian di Indonesia negara kita tercinta. Tentunya semua orang tidak ingin melihat perpecahan dianatara bangsa ini. Maka dari itu kita, sebagai warga negara Indonesia wajib menaati peraturan yang ada di Indonesia, menjaga persatuan, kesatuan, dan keutuhan Indonesia, dan yang terpenting tidak menjadi dalang perpecahan yang terjadi di Indonesia karena dampak negatif dari perpecahan sangat besar.

======
Penulis: GISSELLA CHRISTILOVA
Sekolah: SMPK1 BPK Penabur Jakarta

Note:
Esai terbaik kategori pelajar.

  • view 150