Telusuri Dahulu Cap Kemudian

1000 Esai
Karya 1000 Esai Kategori Lainnya
dipublikasikan 26 Oktober 2017
Telusuri Dahulu Cap Kemudian

Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak pulau yang menjadikan Indonesia disebut sebagai negara kepulauan. Indonesia mempunyai kurang lebih 17000 pulau dan dibagi menjadi 33 provinsi dimana setiap provinsi mempunyai suku budaya, adat istiadat, agama yang berbeda-beda. Hal inilah yang menjadikan Indonesia unik dimata dunia. Karena sedikit sekali negara yang mempunyai keragaman seperti Indonesia. Bukan hanya itu, penduduk Indonesia juga dikenal sangat ramah hal ini dibuktikan dengan adanya tebaran senyuman kepada siapapun bahkan kepada orang yang tidak dikenal sekalipun.

Dengan adanya keberagaman yang dimiliki Indonesia, diperlukannya kerukunan dan kedamaian dalam bermasyarakat agar tercitanya satu kesatuan yang menjadikan Indonesia damai dan sejahtera. Untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan, hendaklah dimulai dari diri sendiri dengan tidak adanya diskriminasi atau membeda-bedakan. Namun, nampakya penduduk Indonesia masih saja ada yang melakukan diskriminasi terhadap orang lain. Contoh kecilnya mari lihat pada anak-anak remaja yang tidak mau berteman dengan seseorang dikarenakan seseorang tersebut miskin, berkulit hitam, anak seorang tukang sayur.    

Diskriminasi sendiri dimaknai sebagai setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individu maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, social, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. Indonesia masih tersebar kabar dan berita deskriminasi yang menjadikan individu sampai golongan sebagai korbannya.

Berikut adalah contoh-contoh diskriminasi yang terjadi di Indonesia yang saya kumpulkan dari berbagai sumber

  1. Diskriminasi terhadap kelompok Syiah, yang karena agama dan kepercayaannya dikucilkan dan dilecehkan serta dibatasi hak-haknya secara terbuka oleh sekelompok orang intoleran, dan dalam hal ini negara diam dan tidak melakukan tindakan apa pun. Diskriminasi ini juga terwujud dalam terbentuknya organisasi Aliansi Nasional Anti Syiah (ANAS) yang secara terbuka menyatakan sikap anti terhadap kelompok tertentu (Syiah) yang memicu lahirnya tindakan-tindakan intoleransi dan diskriminasi lainnya
  2. Diskriminasi terhadap kelompok Jemaat Ahmadiyah Indonesia di beberapa daerah di Indonesia yang dibatasi hak nya untuk beribadah melalui penutupan masjid di wilayah Jawa Barat, diusir dari tempat tinggalnya di Bangka, tidak diperbolehkan sholat di masjid nya sendiri bagi JAI di wilayah Tanjung Pinang;

Masih banyak lagi contoh-contoh deskriminasi di Indonesia yang akhirnya menimbulkan kekacauan dan jauhnya perdamaian dalam bermasyarakat. Disini saya aka membahas sedikit tentang penutupan bahkan perusakan masjid Ahmadiyah yang mengakibatkan Jemaat Ahmadiyah di Indonesia khususnya di berbagai tempat di Indonesia. Saya membahas hal ini karena saya adalah seorang Ahmadi yang tergolong dalam Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Menurut saya, tindakan tersebut adalah tindakan yang tidak sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28 ayat 1 yang didalamnya memuat tentang kebebasan beragama dan beribadat menurut agamanya masing masing, dalam pasal 28 atmyat 1 juga di cantumkan kebebasan memilih pendidikan, pengajaran, pekerjaan, kewarganegaraan serta tempat tinggal. Dalam pasal 28 ayat 2 pun menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Pada tanggal 13 Maret 1953 Menteri Kehakiman RI Indonesia melalui Surat Keputusan No. JA.5/23/13 menetapkan, bahwa Perkumpulan atau Organsiasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia diakui sebagai sebuah badan hukum. Surat Keputusan Menteri Kehakiman tersebut dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI tanggal 31 Maret 1953 Nomor 26.

Dengan begitu Jemaat Ahmadiyah di Indonesia adalah golongan yang berbadan legal dimata hukum. Namun, seperti apa fikiran orang yang mendeskriminasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia? Apakah mereka tidak mengetahui Surat Keterangan tersebut diatas? Mengapa mereka mencap bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah agama di luar Islam? Sudahkah mereka membuat suatu penelitian tentang Ahmadiyah? Hendaknya mereka mencari tahu, meneliti, mengklarifikasi tentang apa itu Ahmadiyah dengan cara mendatangi masjid-masjid Ahmadiyah yang tersebar di Indonesia. Para pengurus Jemaat Ahmadiyah pun tidak keberatan apabila ada seseorang yang hendak mempelajari apa itu Ahmadiyah. Dengan begitu jelaslah apa itu Ahmadiyah sehingga tidak terjadi hal yang merugikan berbagai pihak. Bukan hanya Ahmadiyah, segala objek yang meragukan hendaklah di telusuri lebih lanjut agar mempunyai ujung yang jelas. Apabila warga Indonesia mempunyai pemikiran seperti itu terciptalah Indonesia damai yang selamatelah diidam-idamkan.

Demikian deskripsi singkat dari saya. Saya menerima kritikan dan saran dari pembaca. Terimakasih

======
Penulis: Afra Fernanda Aulia Yughatsu
SMA Arif Rahman Hakim

Note:
Esai terbaik kategori pelajar.

  • view 19