Untuk Masa Depan Indonesia

1000 Esai
Karya 1000 Esai Kategori Inspiratif
dipublikasikan 24 Oktober 2017
Untuk Masa Depan Indonesia

Saya adalah seorang anak Indonesia yang baru saja menjadi siswa SMP. Walaupun usia saya belum genap 12 tahun, tapi saya peduli akan masa depan Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia adalah tanah kelahiran saya dan saya bangga menjadi orang Indonesia. Dengan demikian, apa yang terjadi di Indonesia akan mempengaruhi diri saya. Berikut ini adalah beberapa opini yang saya miliki tentang Pancasila, toleransi, kebhinekaan dan perdamaian serta apa yang akan dan seharusnya kita lakukan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Pancasila adalah dasar negara kita. Mungkin anak-anak sekolah di Indonesia sebagian besar sudah tahu dan hafal teks Pancasila, karena di sekolah diajarkan dan setiap upacara bendera dibacakan. Namun demikian, apakah kita semua telah memahami maknanya dan mengamalkannya? Saya tidak tahu pasti.

Bagi saya, Pancasila seharusnya tidak hanya untuk dibaca saja melainkan harus dijalankan dalam kehidupan sehari hari. Dalam kehidupan kita, Pancasila seharusnya dapat kita amalkan.

Namun sayangnya, saya belum melihat Pancasila menjadi nilai kehidupan bagi sebagian besar orang Indonesia. Ini terlihat dari hal-hal kecil yang saya alami dan lihat sehari-hari, contohnya saat saya berangkat menuju sekolah di pagi hari. Di jalan saya melihat berbagai kondisi. Kadang perjalanan lancar tetapi kadang perjalanan tidak lancar, karena waktu-waktu tertentu ada macet, apa lagi ketika ada jalan yang sedang diperbaiki. Saat itu, ada banyak orang yang berubah jadi tidak sabar. Karena buru-buru mereka menyerobot jalan milik orang lain. Padahal saat itu giliran orang lain. Menurut saya ketika ada orang lain yang melanggar hak orang lain, itu berarti ia tidak sejalan dengan Pancasila. Di jalan juga banyak pengendara motor yang melanggar peraturan, seperti tidak memakai helm motor atau ada murid SD yang sudah diijinkan mengendarai motor. Menurut saya itu juga tidak sejalan dengan Pancasila Itu adalah contoh kelakuan yang tidak beradab karena berarti orang tersebut tidak menghargai dirinya sendiri. Apa yang saya lihat itu bukan cuma satu atau dua orang saja yang melakukan tapi sudah seperti sesuatu yang umum dan wajar dilakukan. Orang-orang juga kelihatan tidak peduli.

Seharusnya Pancasila kita terapkan mulai dari hal-hal yang kecil, misalnya: berdoa sebelum menjalankan hari untuk Sila ke-1, ataupun saat kami menghargai teman atau keluarga yang lain dan belajar menjadi orang yang adil dengan melakukan kewajiban dengan baik untuk Sila ke-2.

Agar menjadi bangsa yang kuat, seluruh rakyat Indonesia harus bekerja keras untuk menjaga perdamaian. Akhir-akhir ini, masih saja ada perselisihan di negara kami yang dapat merusak perdamaian. Agar menjadi negara yang rukun, kami harus lebih adil kepada seluruh rakyat Indonesia.

Warga negara Indonesia itu berbeda suku-bangsa-agama dan opini. Oleh karena itu, kita harus selalu bersikap positif atas perbedaan tersebut dan tidak egois akan opini kita sendiri. Jika tidak, Indonesia akan diremehkan oleh bangsa-bangsa lain karena sering saling berselisih dan yang paling berbahaya dari itu adalah: Indonesia akan terpecah-belah.

Sebagai anak Indonesia, saya berharap Indonesia menjadi lebih baik, tenteram, damai, positif serta rukun. Menurut saya, untuk mencapai itu semua, seluruh rakyat Indonesia harus pandai dalam membuat pilihan yang tepat dan secara bersama-sama menyepakati hasilnya. Contohnya saat kami istirahat sekolah, dan harus memilih permainan untuk dimainkan bersama di lapangan, maka akan ada pihak yang berbesar hati untuk mengalah memainkan bersama-sama salah satu pilihannya atau memainkan semua pilihan permainan bersama-sama secara bergiliran.

======
Penulis: Adni Sadhira Dharmakusuma
SMP Global Jaya School

Note: 
Esai terbaik kategori pelajar.

  • view 37