Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 30 April 2018   07:13 WIB
CAHAYA DI LANGIT ADONARA

Bicara tentang panas itu kami
kutub-kutub gengsi di kotaku
suara-suara gelap tentang dusta dan hak asasi
kejam tak pasti
tapi cinta 
datang bagai burung-burung
yang hinggap di pepohonan sambil
bernyayi bacakan puisi
ada budaya di budidayakn
ada mantra dan percik merah siripinang
di bibir nona

tapi tuak manis bagai air kembang 
mengembang di selat-selat rahim seorang adam
menyihirku jadi iblis di mata takdir
dan aku tak terbakar jadi abu di mata api
aku tak hangus
serupa ibrahim di lidah api yang paling dalam

lau kutemukan cahaya-cahaya
masa silam di langit kelam
tentang cinta dan air mata
bagaimana aku bisa jatuh cinta
seindah rama di mata sinta
bagaimana aku bisa memilih pemimpin
kalau suara-suara dusta menggonggong
padaku sperti anjing mengenakn jas politiknya

ah
aku tak bisa lagi bernyayi
cahaya di langit adonara telah
membias di mataku
dan menyihirku
jadi arca yang tak setia di batu bungkam
dan tanpa suara aku menangis


OLEH RAFI SHARUL SALAN

Karya : RAFI SHARUL SALAM