Bayi kembar yang dipisahkan

inda lesari
Karya inda lesari Kategori Inspiratif
dipublikasikan 09 Februari 2018
Bayi kembar yang dipisahkan

Bayi Kembar yang Dipisahkan

Indah Lesari

 

           Di sebuah desa, ada satu kerajaan yang didalamnya ada seorang putri yang sangat cantik dan jelita. Didalam kerajaan tersebut ia tinggal bersama paman dan bibinya yang sudah mulai tua. Karena orang tuanya meninggal pada saat sang putri masih kecil namun demikian paman dan bibinya sangat menyayanginya dan sudah menganggap sang putri sebagai anak kandung mereka. Selain cantik dan baik, sang putri juga ramah pada siapa saja yang ia jumpai.

Suatu ketika paman dan bibi mulai sakit-sakitan hampir setiap hari. Dan karena demikian rasa khawatir merekapun kepada sang putri mulai muncul. Dipanggilah sang putri untuk menghadap keduanya.  Sang putri yang lagi asyik bersantai dihalaman kerajaan langsung terkejut dengan kedatangan dayang-dayangnya.

Dayang –dayang :“Wahai sang putri maaf sudah mengganggu kedatangan kami datang kesini  diperintahkan oleh tuan dan nyonya untuk memanggil tuan putri agar segera  mengadap beliau”

 Dengan raut wajah yang berseri-seri sang putripun tersenyum dan langsung menghadap paman dan bibinya yang sudah ia anggap sebagai orang tua kandungnya. Karena sudah dibesarkan oleh paman dan bibinya dari kecil. Sang putri pun memanggil mereka dengan sebutan ayah dan ibu. Saat itu siang dengan suasana yang  sangat mendung.

Sang Putri: “Hamba menghadap ayahanda dan ibunda” dengan suara yang lembut sang putri menghampiri paman dan bibinya yang sudah ia anggap sebagai orang tua kandungnya. Dengan tersenyum sang ibu menjawab

Sang Ibu: “Bangunlah nak duduklah di samping  kami. Kami  sangat menyayangimu lebih dari apapun yang ada di dunia ini,” kata sang ibu sambil menangis dan memeluk sang putri dengan penuh kasih sayang.

               “Mendengar hal itu sang putri pun langsung terharu dan meneteskan air mata

Sang Ibu: “Jangan menangis nak kami tak ingin melihat mu sedih, kami ingin melihat mu selalu bahagia sebelum kami pergi.”

 

Sang Putri : “Pergi?” dengan raut wajah yang sedih.

“Apa yang ibu dan ayah katakan ? ayah dan ibu tidak akan meninggalkanku bukan?” tanya sang putri lagi.

Sang Ayah :  “Nak ayah dan ibu tidak akan meninggal kan mu apalagi sampai membuat mu sedih. Tapi yang membuat kami khawatir tidak selamanya kebahagian mu bersama kami,” Jawab  sang ayah .

Sang Putri:  “Maksud ayah ?” Tanya sang putri dengan raut wajah sedikit kebingungan.

Sang Ayah : “Ia anak ku karena tidak selamanya kami selalu bersama mu, dari itu kami ingin menjodohkan mu dengan seorang  pangerang  yang perkasa dari negeri seberang. Tak perlu kau ragukan lagi anakku karena dia adalah anak seorang raja teman baik ayahmu, selain itu dia juga baik dan tampan.” Mendengar itu sang putri terdiam dan tanpa pikir panjang ia langsung mengiyakannya.

Sang Putri: “Baiklah ayah jika memang hal itu benar dan yang  bisa membuat ayah dan ibu bahagia, akan ku turuti kemauan kalian. Karena bagi ku ayah dan ibu adalah segala-galanya.” 

 

Mendengar hal itu sang ayah dan ibu sangat senang karena mereka merasa bahwa putri

mereka akan mendapatkan kebahagian yang sesungguhnya dengan cara menjodohkan putrinya .

           Satu minggu kemudian, setelah membicarakan tentang perjodohan itu, sang putripun menerima perjodohan itu. Dipertemukalah pangeran yang di jodohkan orang tuanya, yang bernama Majo. Tak butuh waktu yang lama setelah bertemu untuk saling mengenal satu sama lain, sang putri pun yang lugu dan pemalu langsung tertarik dan menyukainya.

           Dua hari setelah bertemu berlangsunglah  pesta pernikahan mereka  dengan meriah. Karena yang menikah adalah sang raja, bukanlah sesuatu yang  mengherankan jika pestanya semeriah mungkin. Selain tamu undangannya dari berbagai kerajaan, juga ada beberapa pertunjukan heboh  yang diperlihatkan dari berbagai masing-masing kerajaan. Dua minggu setelah acara pernikahan selesai,  terdengar kabar buruk dari kerajaan bahwa paman sang  putri yang sudah ia anggap sebagai ayah kandungnya meninggal karena kesakitan yang sangat luar biasa hingga nyawanya tak bisa tertolong lagi. Mendengar hal itu sang putri mengalami syok berat hingga ia juga ikut sakit dengan wajah yang sangat pucat membuat suaminya  khawatir akan dirinya.

         Satu minggu setelah dirawat, sang putri karena, sudah baikkan ia pun merasa bosan terus menerus berada didalam kerajaan, maka diajaklah ia oleh sang suami untuk berjalan- jalan mengelilingi sekitar kerajaan dan ditemani oleh sang suami untuk menghilangkan rasa jenuhnya.

          Satu bulan kemudian terdengar kabar bahagia dari sang putri, bahwa sebentar lagi ia akan menghadirkan seseorang sebagai penerus kerajaan. Mendengar hal itu raja sangat bahagia dan langsung menemui sang istrinya.

 

Sang Raja  :“Wahai permaisuriku apakah kabar itu benar, bahwa sebentar lagi kau akan menghadirkan seorang anak sebagai penerus ku?”

                     ( “tanya sang raja dengan nada yang lembut, Sang putri pun menjawab”).

Sang Putri: “Ia kandaku itu benar tapi menurut kata para dukun peramal kerajaan yang  sudah mengetahui dinda hamil, bahwa dinda akan mengandung bayi kembar,” (sang putri menjawab sambil tersenyum).

 

Mendengar kebenaran itu sang raja sangat bahagia dan langsung memberitahukan kepada seluruh pasukan kerajaan bahwa ia akan mengadakan acara, sebagai rasa syukur atas hadirnya penerus kerajaan atau seorang anak.

      Sembilan bulan kemudian, tepatlah waktu dimana sang istri akan melahirkan dan merasakan sakit yang sangat hebat. padahal siang itu sang raja baru saja ingin  pamit kepada sang putri untuk berpergian karena ada satu hal yang mau harus ia selesaikan. Ketika sampai didepan pintu, terdengar  suara sang putri yang  sedang  kesakitan. Raja sangat khawatir  ketika ia ingin masuk, beberapa dayang  memberitahukan  kepada sang raja bahwa sang putri mau melahirkan dan diharapkan raja untuk menunggu diluar. Setelah menunggu satu jam lamanya, terdengar tangisan suara bayi.

( Dan seorang dayang keluar dari pintu tanpa mengeluarkan kata-kata. Sang raja yang  sangat senang dan langsung masuk kedalam, sampai didalam dengan raut wajah yang sangat terkejut karena ia melihat kedua bayinya yang  berbeda. Yang satunya berbentuk manusia dan yang satunya adalah seekor kadal atau  dikenal dengan komodo. Melihat hal itu sang raja kaget dan tidak mempercayainya bahwa istrinya akan melahirkan bayi kembar dengan wujud yang berbeda. Begitupun juga dengan sang putri langsung pingsan saat melihat  perbedaan bayinya.

          Tanpa berpikir panjang lagi sang raja langsung memutuskan beberapa prajurit untuk membuang  kadal itu di hutan dengan diam-diam, karena sang raja tidak mengingikan anggota kerajaan, dengan kerajaan lain tahu bahwa ia mempunyai seorang anak yang berwujud binatang. Sore itu berangkatlah tiga prajurit  yang diutus oleh raja untuk membuang kadal itu di hutan yang letaknya  lumayan jauh dari kerajaan).

 

(“Keesokan harinya setelah permaisuri pingsan karena kaget dengan kehadiran bayi kembarnya, sang putri sadar dan langsung menanyakan bagaimana keadaan bayinya kepada sang suami ).

Sang Putri(permaisuri)  :“Kanda sebelumnya dinda minta maaf, dengan apa yang terjadi kemarin tetapi sungguh dinda benar-benar tidak tahu.”

 Sang Raja : (“Dengan nada sedikit rasa bersalah”).

                     Sang suami pun menjawab ia dinda lupakan saja, lagi pula kadal itu sekarang sudah tidak berada disini.

 Sang Putri: Dengan serentak sang putri menjawab

         “Apa yang kanda maksud?”

Sang Raja: “Ia dinda kanda terpaksa melakukan itu semua karena kanda tidak mau orang- orang  dikerajaan  mengetahui kalau dinda melahirkan bayi kembar yang berbeda.

 

  “Mendengar hal itu sang putri sangat sedih, bahkan ia mengurungkan dirinya di dalam kamar. Satu jam kemudian sang raja datang dan membujuk sang putri karena hampir seharian ia tidak keluar, dan tidak makan sama sekali”.

Sang Raja:  “Tok...Tok..Tok,” terdengar suara ketukan dari luar.

                   “Dinda keluarlah dan makan bersama, karena dari kemarin dinda tidak makan, kanda khawatir nanti dinda jatuh sakit.”

  “ Mendengar hal itu sang putri langsung keluar dan menikmati  hidangan makan siangnya bersama sang suami. Setelah lamanya kejadian itu sang   putri dan sang raja menganggap tidak pernah terjadi sesuatu diantara mereka. Mereka mulai melupakan semuanya, dan memulai hidup yang baru Berbahagialah sang pangerang, sang  istri dan putranya dalam kerajaan tersebut.   Waktupun berjalan dengan sangat cepa”.

 

Tujuh belas tahun kemudian bayi mereka yang bernama Gerong bertumbuh dewasa menjadi putra yang sangat tampan perkasa, selain itu ia juga sangat pandai dalam memanah. Siang itu mendung, sang putri dan sang raja yang sedang  duduk di taman menyaksikan latihan sang pangeran. Mereka merasa bangga dengan keahlian sang putra. Terutama  sang  ayah. Tetapi sang ibu selain merasa bangga dan bahagia, dalam hatinya ia juga masih menyimpan kepahitan atas berpisahnya ia dengan putrinya Ora atau si kadal raksasa dalam hati ia berpikir kalaupun  putrinya dilahirkan dengan sempurna dan ikut berada disamping mereka maka ia juga pasti memiliki keahlian seperti Gerong.

 Gerong  : “Kenapa ibu melamun?”

                  Tanya gorang sambil memegang pundak sang ibu.

Ibu :   “Tidak ada apa-apa putraku, ibu hanya bangga saja memiliki putra yang tampan dan hebat sepertimu”( ibunya menjawab sambil tersenyum).

            (“Mendengar hal itu putranya sangat senang dan menjawab”)

Gerong : “Ini semua karena dukungan dari ayah dan ibulah membuat saya untuk terus latihan dan hasilnya seperti  sekarang. Jadi ijinkan saya besok pagi untuk menghadap ayah yah bu.”

 Ibu     : “Apa maksud perkataan mu, nak ?” (sang ibu bertanya  dengan wajah kebingungan).

 Gerong : “Ia bu saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan kehebatan ku kepada ayah, ibu dan semua yang ada dikerajaan ini.”

 

(“Waktu pagipun telah tiba si Gerong dengan sangat bersemangatnya pagi-pagi sekali ia menghadap ayahnya”).

 

Ayah :“Wahai putraku sesuatu apa yang terjadi hingga membuatmu pagi-pagi sekali  menghadapku?”

Gerong : “Ia ayah sebenernya ada satu hal yang saya ingin samapikan kepada ayah.”

Ayah   :  “Apa itu katakalah putraku, apa kau menginginkan sesuatu?”

 Gerong : “Tidak ayah sebenernya hamba menghadap karena hamba ingin minta ijin, mungkin  sekarang  adalah saat yang tepat hamba  ingin berburu kehutan ayah. Ijinkanlah hamba untuk sekali ini saja.”

 Ayah : “Maaf anakku ayah tidak bisa mengijinkanmu untuk berburu di hutan. Karena di hutan banyak binatang  buas.” (Jawab sang ayah dengan serentak).

 

Akhirnya Gerong pergi kekamar nya tanpa pamit lagi dan meninggalkan ayahnya dengan raut wajah yang sedikit kecewa.

Ibu : “Kenapa wajah mu murung sekali putraku?”( ibunya bertanya sambil menatapnya). “Ayah tidak mengijinkanku untuk berburu di hutan ibu.” Ibunya tersenyum sambil memegang pundaknya.

           “Anakku ayah tidak mengijinkan mu karena ia takut akan terjadi sesuatu kepadamu.”

 

Saat sang raja lewat didepan kamar anaknya tidak sengaja ia mendengar percakapan antara putranya dan sang istri, akhirnya ia langsung masuk dan berkata ;

 

 Ayah : “Baiklah ayah akan mengijinkanmu. Tapi dengan satu syarat kamu harus ditemani oleh para prajurit.”

Gerong : “Baiklah ayah asalkan ayah mengijinkanku untuk berburu,” (jawab Gerong senang).

 

 

Pagi yang sangat cerah  pun tiba dimana si Gerong mempersiapkan diri untuk berburu. Sebelum si Gerong berangkat tak lupa ia pamitan kepada kedua orang tuanya.

         Setelah di pertengahan jalan, perasaan ibunya mulai tak tenang. Tiba-tiba ia mengingat putrinya yang telah lama suaminya buang ke hutan. Ia berusaha lari untuk menghentikan putranya, tapi terlambat karena si Gerong sudah terlalu jauh. Akhirnya ia memutuskan untuk menyusul putranya ke hutan. Tanpa kata lelah akhirnya sampailah Gerong di hutan. Di tengah   asyik berburu  tiba-tiba ia melihat seekor rusa betina yang sedang  kelelahan dibawah pohon, ternyata selain seekor rusa, juga ada seekor Ora yang sedang memperhatikan rusa tersebut yang jaraknya sekitar sepuluh meter dari pohon dimana tempat rusa tersebut beristirahat. Karena saking senangnya si Gerong langsung memanahnya pas pada sasaran hingga membuat seekor rusa tersebut tak berdaya. Melihat reaksi seekor rusa tiba-tiba Kadal raksasa itu bangun dan menuju kearah rusa. Sedangkan Gerong Setelah berhasil memanah  ia baru saja  mau mengambil hasil buruannya tetapi dengan sangat kagetnya karena ia melihat kadal raksasa itu berdiri di depan bangkai rusa yang baru saja di panahnya. Karena mengingat rusa itu adalah buruan pertamanya, si Gerong akhirnya memutuskan untuk membunuh kadal itu dengan memanahnya. Tinggal beberapa detik saja ia mau melepaskan anak panahnya, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari jauh.

Ibu :  “Jangannnn....!.”

Ternyata teriakkan itu adalah teriakkan sang ibu yang ingin menghentikannya. Mendengar teriakkan itu si Gerong kaget dan langsung bertanya pada Ibu nya

 

Gerong :  “Kenapa Bu, dan apa yang membuat ibu bisa berada disini ?” tanya Gerong

Ibu    : “Nak Ibu berada disini karena kalian berdua,” jawab sang ibu sambil menangis

Gerong : “Kami berdua ?

                apa yang ibu katakan saya benar-benar tidak mengerti.”

Ibu   : “Ia Nak sebenarnya binatang yang hampir saja kamu bunuh, adalah saudara mu yang dari kecil dipisahkan dan karena tidak ingin menanggung malu, akhirnya ayahmu membuangnya di hutan karena wujudnya berbeda dengan kita,” cerita sang ibu kepada putranya sambil menangis.

 

Mendengar hal itu si Gerong terdiam sejenak.

 

Gerong : “Berarti kami ini anak kembar dan kalau memang itu benar kenapa ayah dan ibu tidak pernah menceritakan hal ini sebelumnya kepadaku ?” (tanya Gerong lagi).

Ibu    : “Ia benar putrak, dia adalah saudara kandungmu. Ibu dan ayah tidak menceritakan nya karena kami menunggu saat yang tepat.” 

 

Kaget-kaget terdengar suara dari sang aya.

Ayah :  “Ia benar anakku. Apa yang diceritakan oleh ibumu itu memang benar. Tapi karena ayah merasa malu, takut kerajaan-kerajaan yang lain tahu dengan wujudnya yang berbeda dengan kita, maka ayah putuskan untuk membuangnya di hutan,” ( ucapan sang ayah dengan rasa bersalah).

“Maka dari itu Nak maafkanlah ayah dan ibu. Kami tidak bermaksud membohongimu  percayalah Nak”

Gerong :“Ia ayah saya sudah memaafkan ayah dan ibu jadi, ayah dan ibu tidak usah merasa bersalah lagi,” (ucapan Gerong, sambil memeluk ayah dan ibunya). 

 

 

Setelah sudah mengetahui kejadiannya bahwa si Ora adalah saudara kembarnya akhirnya si Gerong  memberanikan diri untuk mendekati Ora. Tapi karena kadal itu sangat lapar, diapun berlari masuk ke hutan dengan membawa bangkai rusa. Si Gerong merasa kecewa karena belum sempat meminta maaf kepadanya. Sedangkan sang ayah dan ibunya sudah merasa lega karena sudah menceritakan semuanya kepada si Gerong., walaupun mereka juga belum sempat minta maaf kepada Ora, tetapi mereka berjanji akan selalu datang ke hutan untuk mengunjunginya. Sorepun telah tiba waktunya mereka pulang kembali ke kerajaan dan memulaikan hidup mereka dengan suasana yang baru. Sang ayah yang selalu melarang putranya ke hutan karena takut binatang buas, mulai tidak khawatir lagi. Bahkan Gerong  pun  pergi kehutan hampir setiap hari, karena sang ayah terlalu sibuk dengan urusan kerajaan. Sedangkan ibunya terlalu sibuk dengan acara-acara di kerajaan lain. Setelah mengatahui bahwa sang raja mempunyai anak kembar yang berbeda, penduduk di sekitar  kerajaan yang sering ke hutan pun tidak takut lagi. Ora yang dulunya cuma di hutan bahkan datang di sekitar kampung. Warga-warga yang melihat dan memberinya daging mentah sebagai makanan.

 

 

  • view 139