KU TEMUI DI DETAK JANTUNGKU

Binti Maryamah
Karya Binti Maryamah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Mei 2016
KU TEMUI DI DETAK JANTUNGKU

“Ayah... maaf aku harus pergi lagi, aku ingin sekali menemani Ayah, aku juga ingin terus berada disini, aku ingin Ayah, sangat ingin” sambil merapatkan genggaman tangannya di pangkuan Ayahnya. Gendok kemudian pergi ke dapur sebentar, melihat rebusan air guna mandi Ayahnya. Bolak-balik ke depan dan ke belakang juga sambil berkata ini-itu supaya Ayah tak berat hati di tinggalkan pergi.
Sesaat selepas Ayah mandi dengan air yang di rebusnya, Ayuk menyiapkan bubur dan air minum untuk sarapan Ayah.
Ayah duduk di kursi sebelah kiri, Gendok menemani, sambil menyiapkan obat Ayah, Gendok memberi arahan Ayah obat mana saja yang harus di minum sebelum makan, atau sesudah makan dan berapa takaran minum dalam satu harinya. Ayah meminta untuk menuliskan saja di plastik kemasan dengan huruf besar supaya lebih mudah di ciri. “Terus Ayah nanti siapa yang ngurus kalo kamu tetap kekeh pergi Ndok ? Ayah sama siapa ? kamu tahu Ibu’ mu juga seperti itu.” pinta Ayah pada Gendok, Gendok terdiam.
Pukul 07:30 WIB Gendok dan kakak-kakak pamit pergi. Ibu’ menangis sedih, Ayah pun demikian. Gendok pergi dengan gelisah, ada rasa haru, takut, bingung, capek, sesak dan semua perasaan tak enak di bawanya. Ada 2 hal yang Gendok simpan dalam hatinya, yang pertama sebuah pertanyaan “Aku harus Bagaimana ? pilih mana ?” dan yang kedua adalah “Harus aku selesaikan kurang dari 1 tahun!” Meyeru dalam hatinya. Sebenarnya tak sampai hati ia pergi.
“Ayah, mimpiin Gendok ya....”
**************************************************************************************
Gendok sendiri masih berusia 20 tahun, ia adik darike 5 saudaranya 4 perempuan 1 laki-laki. Bangga sekali ia punya banyak kakak tapi tak membuatnya ingin di manja dalam menjalani hidup. Ia belajar sebagai perantauan, kota-kota nusantara ia sambangi, bahkan Eropa dan benua lain ingin ia jelajahi, Waaah rakus sekali. Gendok memang di akui cukup berani, ia seorang bungsu nakal di keluarganya, ia tak mau di atur siapa saja, bukan anak penurut. Gendok punya mimpi banyak, entah berapa banyak cita-cita yang ingin ia sukseskan. Tapi sayang, Gendok kadang pemalas.
 
Bersambung........

  • view 125